Round Up

Ketua KPI Bicara soal Tayangan TV Indonesia: Harusnya Bisa seperti Korea!

Tim detikcom - detikHot
Sabtu, 11 Sep 2021 05:30 WIB
Kim Seon Ho dan Shin Min Ah
(Foto: dok. tvN - Ilustrasi drama Korea) Ketua KPI Agung Suprio menyoroti bagaimana drama Korea berhasil menjadi sebuah tayangan yang menarik minat banyak orang.
Jakarta -

Drama Korea tengah digandrungi oleh penonton Indonesia. Tidak hanya menikmati tayangan drama Korea di televisi tapi juga di berbagai platform streaming. Hal ini kemudian menarik perhatian Ketua KPI, Agung Suprio.

Agung Suprio menyoroti bagaimana drama Korea berhasil menjadi sebuah tayangan yang menarik minat banyak orang. Tidak hanya dalam hal tontonan dan hiburan tapi berujung pada kenaikan di sektor pariwisata Korea Selatan.

Ketua KPI pun berharap Indonesia bisa seperti itu. Dia bahkan melihat positif sumber daya manusia di Indonesia bisa membuat sebuah karya yang kualitasnya tidak kalah apabila ingin bersaing dengan produksi luar negeri.

"Korea punya drakor (drama Korea) yang bisa dijadikan PR (public relation) pemerintah Korea (Selatan) untuk kemudian banyak hal yang orang bisa (lakukan setelah) nonton drakor, kemudian meningkatkan sektor pariwisata Korea," ujar Agung Suprio kepada detikcom ketika diwawancara Jumat (10/9/2021).

Salah satu syarat yang disebutkan oleh Agung Suprio adalah soal kualitas. Menurutnya, apabila mau bersaing dengan negara seperti Korea Selatan dengan produksi drama televisinya, Indonesia harus punya sesuatu yang disajikan dengan kualitas.

Selain Korea Selatan, Agung Suprio juga menyoroti kesuksesan serial animasi anak-anak Upin dan Ipin yang merupakan produksi Malaysia dan tayang di Indonesia. Agung Suprio merasa produk semacam ini akan menarik apabila dibuat dalam konteks budaya Indonesia.

"Saya berbicara ini dengan konteks budaya Indonesia. Sehingga Indonesia kemudian bisa membuat suatu konten animasi produk budaya lainnya yang bisa ditayangkan yang tak cuma di Indonesia, tapi di luar negeri dan itu mewakili Indonesia," paparnya.

Agung Suprio menyebut Upin dan Ipin propaganda Malaysia... (di halaman selanjutnya)

Menurut Agung Suprio, ada kemiripan hal yang ditampilkan dalam Upin dan Ipin dalam hal keberagaman di Malaysia. Sehingga hal itu bisa menarik buat orang Indonesia untuk menyaksikannya.

Kesuksesan Upin dan Ipin pun disebut oleh Agung Suprio sebagai bentuk propaganda Malaysia. Seperti halnya Korea Selatan, Upin dan Ipin menjadi produk PR (public relation) pemerintah Malaysia untuk menciptakan image negara tersebut di mata negara lain.

"Upin-Ipin itu bisa dikatakan propaganda, propaganda yang positif. Upin-Ipin itu bisa mengenalkan Malaysia atau citra Malaysia kepada dunia luar yang multikultural, sopan, ramah dan religius," kata Agung Suprio.

"Ini yang ingin ditampilkan Malaysia kepada dunia luar."

Agung Suprio juga mengungkapkan banyaknya tayangan animasi asing di televisi Nasional. Hal itu lantaran televisi bisa membeli lisensi penayangan animasi asing dengan harga yang lebih murah dibandingkan kalau harus produksi sendiri.

"Biaya produksi kartun itu sangat mahal, itu kenapa televisi beli gelondongan. Sudah sekalian teks dan alih suara," ungkapnya kepada detikcom.

(aay/wes)