Review Loki Episode 5: Berkumpulnya Para Loki

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 08 Jul 2021 08:40 WIB
Lady Loki dalam series Loki
(Foto: dok. Disney+Hotstar) Dari sini Loki langsung menjadi lebih meriah. Bermacam-macam Loki dalam satu tempat. Bukankah itu resep bencana? Ya dan tidak.
Jakarta -

Artikel ini mengandung spoiler episode 4 dan episode 5.

Siapa di balik Time Variance Authority (TVA) menjadi tema utama episode 5 serial Loki. Dibuka dengan kamera yang berputar 360 derajat sebelum akhirnya berakhir ke dutch angle kemudian berpindah dari kantor TVA ke Void (tempat dimana semua variant yang dimusnahkan berakhir), episode ini adalah episode yang sangat menyenangkan. Terutama apabila Anda menginginkan berbagai macam Loki berkumpul dan mencoba untuk mengerti satu sama lain.

Di Void, Loki (Tom Hiddleston) bertemu dengan Classic Loki (Richard E. Grant), Kid Loki (Jack Veal) dan Boastful Loki (Deobia Oparei). Setelah Sylvie, kehadiran mereka bertiga (dan juga Alligator Loki) tentu saja tidak mengejutkan Loki. Yang mengejutkan Loki mungkin adalah alasan kenapa Kid Loki ditangkap TVA dan berakhir di Void. Sebuah joke (atau sebuah kejutan) yang membuat saya mangap di depan TV.

Reuni Loki dengan Loki-Loki lain ini diwarnai dengan chaos. Loki baru belajar bahwa di Void ini ada sebuah awan berwarna ungu bernama Alioth yang menyerap energi dan massa yang ada di permukaannya. Itulah sebabnya semua variant yang dimusnahkan oleh agen TVA tidak pernah kembali. Kecuali para Loki tentu saja yang dengan kelicikan dan kenarsisannya bisa menemukan cara untuk bersembunyi dan hidup dari serangan Alioth. Pertanyaan bagaimana cara memusnahkan Alioth memang langsung terlintas di kepala Loki. Tapi ketika dia menyatakan perang kepada Alioth, Classic Loki dan kawan-kawan malah tertawa. Tidak ada yang bisa mengalahkan Alioth.

Sementara itu Sylvie (Sophia Di Martino) berusaha mencari tahu siapa dalang dibalik TVA setelah mereka tahu bahwa Time Keepers adalah robot android. Sylvie menggunakan Ravonna Renslayer (Gugu Mbatha-Raw) sebagai kunci jawabannya. Di sinilah dia tahu bahwa Loki tidak mati. Masih ada kemungkinan Loki tidak dikunyah oleh Alioth. Penonton yang menyaksikan episode ini mungkin berpikir bahwa percaya kepada Renslayer adalah keputusan yang buruk. Dan Renslayer membuktikannya. Tapi seperti yang kita tahu, Sylvie bukanlah makhluk yang bodoh. Dia lebih cerdas dari kebanyakan orang. Dan itulah sebabnya sebelum Renslayer mengkhianatinya, Sylvie sudah memusnahkan dirinya dan masuk ke dalam Void.

Dari sini Loki langsung menjadi lebih meriah. Bermacam-macam Loki dalam satu tempat. Bukankah itu resep bencana? Ya dan tidak.

Momen komedi paling pecah tentu saja terjadi ketika Boastful Loki memutuskan untuk melakukan kudeta untuk menjadi ketua (yang selama ini diduduki oleh Kid Loki). Berkolaborasi dengan President Loki (Tom Hiddleston juga), markas Kid Loki dan kawan-kawan diserang dan terjadilah peperangan yang membuat Loki tertawa. Kalau Anda melihat ada Loki versi buaya sudah aneh, tunggu sampai Anda melihat si buaya tersebut menggigit tangan President Loki.

Sementara Loki mencoba untuk lepas dari kekacauan, Sylvie berhasil bertemu dengan Mobius (Owen Wilson) dan memikirkan cara bagaimana dia bisa memusnahkan Alioth. Sylvie mempunyai teori bahwa Alioth hanyalah anjing penjaga siapapun yang bertanggung jawab atas eksisnya TVA. Bisa melewati Alioth berarti bisa bertmu dengan orang yang menyengsarakan hidupnya selama ini.

Loki, Kid Loki dan Classic Loki (dan juga Alligator Loki) yang berhasil selamat dari kudeta akhirnya setuju untuk menjalankan rencana Loki untuk melawan Alioth. Dalam sebuah sekuens yang melibatkan kapal, Loki baru tersadar betapa susahnya menghadapi Alioth. Di momen ini juga Loki akhirnya reuni dengan Sylvie. Momen hangat yang sempat kita saksikan di akhir episode tiga dan juga empat, muncul lagi dalam episode ini. Bahkan lebih intens. Setelah mengatakan idenya untuk menghadapi Alioth (menggunakan jampi-jampi) Sylvie bertanya Loki apakah dia akan mengkhianatinya. Di momen tenang inilah episode 5 Loki terasa benar-benar powerful. Loki yang kita kenal sebagai sosok yang sangat narsisan tidak pedulian dengan nasib orang lain, akhirnya mulai mempunyai empati. Sebuah character development yang lumayan menyentuh.

10 menit terakhir Loki adalah sebuah action sequence yang lumayan mengharukan dan seru. Bagian ini menunjukkan bahwa Richard E. Grant adalah aktor yang sangat baik. Nominasi Oscarnya lewat Can You Ever Forgive Me bukan sekedar keberuntungan. Grant bisa membuat karakter Classic Loki yang hanya muncul dalam episode ini memiliki impact yang kuat. Grant membuat Classic Loki tidak hanya kharismatik tapi ia bisa mengisinya dengan rasa lelah dan kekosongan. Ketika dia bercerita, saya bisa merasakan semua pahit yang pernah ia rasakan ketika ia sendirian. Benar-benar powerful.

Loki episode lima akhirnya berakhir dengan sebuah pertanyaan yang menghantui. Siapa dalang TVA adalah pertanyaan jelas. Tapi apa yang akan dilakukan Loki dan Sylvie dengan dalang TVA adalah pertanyaan yang lebih menarik. Lalu apa hubungannya Renslayer dengan dalang TVA? Semuanya akan terjawab di episode terakhir Loki yang akan rilis minggu depan.

Loki dapat disaksikan di Disney+ Hotstar.

--

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)