Fakta Killing Eve, Terinspirasi Sosok Pembunuh Bayaran Sungguhan

Devy Octaviany - detikHot
Sabtu, 28 Nov 2020 14:09 WIB
Killing Eve
Jodie Corner sebagai Villanelle dalam Killing Eve / Foto: (official BBC America/Instagram)
Jakarta -

Series Killing Eve menjadi perhatian lewat kisahnya yang menegangkan menampilkan kejar-kejaran dua perempuan antara pembunuh bayaran dan seorang agen mata-mata.

Sosok pembunuh bayaran yang diangkat dalam cerita ternyata terinspirasi dari sosok nyata. Penulis yang menciptakan series ini versi novelnya, Luke Jennings mengatakan, tokoh Villanelle merupakan versi fiksi dari seorang psikopat dari organisasi nasionalis dan separatis Basque yang beraksi antara tahun 1968 hingga 2010.

Ia bernama Idoia López Riaño, yang dijuluki La Tigresa oleh publik Spanyol. Luke mengatakan dia membaca cerita surat kabar tentang Riaño, yang dipenjara pada 1990-an karena melakukan serangkaian pembunuhan.

"Dia membunuh 23 orang, dan dia jelas seorang psikopat dan sama sekali tanpa empati," ungkap Luke Jennings.

Sosok Idoia López Riaño menjadi kontroversi di kalangan organisasi tersebut dikarenakan mengecewakan rekan-rekan seperjuangannya.

Ia menggunakan daya tariknya kepada petugas kepolisian untuk membunuh rekan-rekannya sendiri.

Series Killing Eve sendiri didasarkan dari novel Codename Villanelle. Poros cerita series ini berpusat pada hubungan antara Villanelle dan Eve Polastri, seorang agen intelijen Inggris.

Sosok Idoia López Riaño dibebaskan dari penjara pada tahun 2017 setelah menjalani hukuman 23 tahun usai ia divonis bersalah melakukan pembunuhan terhadap 23 orang di aksi Basque di era 1990-an.

Kini mantan pembunuh bayaran tersebut mengasingkan diri di sebuah tempat di Andorra yang terletak di perbatasan antara Prancis dan Spanyol.

Penampilan aktris Jodie Corner sebagai Killing Eve menuai apresiasi, salah satunya dari lawan mainnya, Sandra Oh. Aktris yang didapuk menjadi agen mata-mata lawan dari Villanelle itu menyebut, peran Jodie Corner amat menantang.

"Saya akan sangat kesulitan melakukan beberapa hal bila seperti yang dilakukan Jodie. Dia dilahirkan dengan telinga yang luar biasa, dan dia memiliki bakat bawaan yang luar biasa," tutur Sandra Oh.

"Di luar adegan bertarung yang harus ia lakukan, ia juga harus mendalami banyak detail lain, termasuk berbicara dalam bahasa Prancis," tukas Sandra.



Simak Video "Haaland 2 Gol, Dortmund Bekuk Freiburg 4-0 "
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dal)