Work From Home, Sitkom Baru tentang Ribetnya WFH

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Rabu, 11 Nov 2020 19:24 WIB
Work From Home, Sitkom Baru GoPlay tentang Ribetnya WFH
Foto: dok. GoPlay

Reka Wijaya mengaku baru pertama kali mengerjakan proyek seperti Work From Home ini sehingga diperlukan riset buat banyak hal terutama proses syutingnya. Diakui Reka Wijaya, tim produksi Work From Home melakukan riset dengan menyaksikan beberapa tayangan dengan konsep serupa demi menemukan teknis syuting yang cocok.

"Proses pengerjaan Work From Home ini cukup menyulitkan buat saya pribadi, karena belum pernah ada sih di Indonesia bikin untuk komersil bikin yang seharusnya multi-kamera, terus live ngobrol sambil dikonsepin dan ini komedi. Waktu lagi pertama diajakin bikin ini pun, diskusinya panjang banget tentang teknisnya, sampai akhirnya kita nemuin satu cara, kita lock cara itu terus kita coba dulu sebelum kita syuting. Jadi ada technical meeting sebelum kita syuting," kata Reka Wijaya.

Kondisi PSBB pun membuat ruang gerak para kru dan pemain jadi sangat terbatas. Sehingga mereka harus membuat sebuah set khusus di mana beberapa pemain bisa melakukan take di saat yang sama dengan setting yang berbeda.

Produksi Work From Home mengharuskan para pemain untuk bisa lebih mengeksplor cara mengeluarkan emosi mereka mengingat ada kalanya antara satu pemain dan pemain lain tidak bisa saling tatap muka dan bertemu. Kebanyakan pemain memang hanya bertatapan dengan kamera layaknya sedang online meeting.

"Ya ini kalau bukan aktor-aktor ini yang main, gue juga nggak tahu sih jadinya kayak gimana karena mereka memang orang-orang cerdas sih. Jadi, kita mau nggak mau gantian syutingnya, imajinasinya bener-bener dipake, terus talent juga bisa dengar dan bisa lihat sebelum dan sesudah dia take, supaya ada kontrol emosi satu sama lain, jadi kita bisa combine emosinya dijagain di lokasi," lanjutnya.

Work From Home, Sitkom Baru GoPlay tentang Ribetnya WFHPress conference Work From Home Rabu (11/11/2020) Foto: dok. GoPlay

Editing jadi PR terbesar Work From Home

Yang menarik dari tampilan Work From Home ini adalah tampilan ala online meeting-nya. Menurut Reka Wijaya, untuk bisa menampilkan hal tersebut dibutuhkan tingkat kejelian yang amat tinggi di bagian CGI. Sutradara sitkom tersebut menyebut bahwa PR terbesar dari proses produksi Work From Home ini ada di editing.

"Nah yang paling PR itu adanya di editing sih, untuk ngatur supaya tempo dan timing ketika mereka berdialog sama kebutuhan gambar kawin dan selaras seperti di naskah. PR banget waktu di editing belum lagi kita harus combine efek CGI. Bikinnya repotnya nggak cuma di lokasi, di editing pun butuh tingkat kejelian (tinggi) karena kalau enggak jadi salah nanti. Karena kan ada dari perspektif ini, ini, ini, kita ramu, kita harus perhatiin detail dialog, emosi juga kita harus perhatiin, aksi-reaksi, tapi dengan durasi yang lumayan tight hanya dengan 15 menit gimana caranya ide, komedi, konflik, semuanya tersampaikan dengan baik, dengan pacing yang kita harus jaga ritmenya banget," tandasnya.

Halaman

(aay/mau)