Insecure: Sex and the City versi Afro-Amerika

Vincent Jose - detikHot
Senin, 05 Okt 2020 13:39 WIB
Insecure
Issa Rae dalam serial Insecure / Foto: (dok.imdb.)
Jakarta -

Komunitas kulit hitam (Afro-Amerika) memang punya budaya dan perspektif tersendiri yang selalu menarik untuk diangkat dari segi mana pun ke dalam medium film dan serial. Selain film panjang yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya menghiasi layar lebar, setidaknya untuk pasar Amerika Serikat, tak banyak serial yang mampu menjadi buah bibir publik secara luas.

Jika era '80-90-an didominasi komedi situasi untuk konsumsi seluruh keluarga seperti The Cosby Show, Family Matters, dan The Fresh Prince of Bel-Air, era 2000-an temanya menjadi kian beragam dengan pasar yang lebih 'dewasa' seiring dengan pertumbuhan TV berbayar dengan segmen tertentu. Misalnya saja Empire, Star, Black-ish, dan Power.

Satu judul yang sangat menarik tapi rupanya jarang mendapatkan eksposur di luar Amerika Serikat adalah Insecure yang diproduksi oleh HBO bersama Issa Rae, wanita yang nama dan kariernya melejit berkat serial ini di Amerika Serikat berbekal latar belakang Studi Afrika dan Afro-Amerika di Universitas Stanford.

InsecureInsecure Foto: (dok.imdb.)

Mulai tayang sejak Oktober 2016, Insecure sudah berjalan hingga empat musim (musim keempat baru berakhir Juni 2020 silam) dengan rencana musim kelima tahun 2021, dan sudah mengumpulkan banyak penghargaan dan nominasi di berbagai ajang bergengsi, seperti Primetime Emmy Awards, AFI Awards, African-American Film Critics Association, BET Awards, Black Reel Awards for Television, Broadcast Film Critics Association Awards, MTV Movie + TV Awards, Satellite Awards, dan bahkan Golden Globes.

Semua pencapaian tersebut tentu memperkukuh jaminan kualitas dari serial drama komedi berdurasi sekitar 30 menit per-episode ini. Secara garis besar Insecure membidik kehidupan dua sahabat wanita kulit hitam berusia menjelang 30, Issa (Issa Rae) dan Molly (Yvonne Orji) yang tinggal di Los Angeles, California.

Issa bekerja di sebuah organisasi pendidikan nirlaba bernama We Got Y'all dan tinggal bersama sang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama lima tahun, Lawrence (Jay Ellis). Sementara Molly sukses berkarir sebagai pengacara di sebuah firma hukum terkemuka tapi sebaliknya, kurang beruntung dalam hal menjalin hubungan asmara.

Kondisi keduanya mulai berantakan ketika Issa lama-lama merasa jengah melihat Lawrence tak kunjung mendapatkan pekerjaan tetap karena menyusun rencana bisnis aplikasi yang digagasnya.

Di tengah karier yang dirasa tidak berkembang dan kekasih yang tampak punya masa depan suram, Issa tergoda oleh kehadiran pacar semasa SMA yang sukses menjadi produser musik, Daniel. Menyesal dan melihat Lawrence sudah mulai menunjukkan titik terang, perselingkuhan Issa terbongkar dan Lawrence enggan untuk melanjutkan hubungan mereka.

Sebagai balas dendam, Lawrence mulai doyan gonta-ganti pasangan. Sementara Issa dengan dorongan feminisme yang kuat dari Molly, akhirnya ikut-ikutan gaya hidup Molly yang gemar 'bertualang' dalam mencari pria. Pilihan yang justru membuat berbagai aspek kehidupan Issa semakin berantakan.

Pada perkembangannya Insecure tak hanya membidik kisah asmara Issa dan Molly, tapi juga persahabat mereka dengan 'anggota klik' mereka yang lain, Kelli (Natasha Rothwell) dan Tiffany (Amanda Seales). Sekilas Insecure memang terasa seperti Sex and the City versi Afro-Amerika dengan kemiripan karakteristik masing-masing. Issa adalah Carrie Bradshaw, Molly adalah Miranda Hobbes, Kelli adalah Samantha Jones, dan Tiffany adalah Charlotte York.

InsecureInsecure Foto: (dok.imdb.)

Namun dibandingkan Sex and the City yang lebih menitik beratkan pada dinamika hubungan asmara, fenomena seks, dan persahabatan, Insecure terasa lebih kompleks dengan berbagai isu sosial yang sangat khas komunitas Afro-Amerika, seperti diskriminasi rasial dan tentu saja insekuritas yang sebenarnya relevan dengan latar belakang penonton mana saja.

Isu rasial tak melulu dari sudut warga kulit hitam oleh kulit putih, tapi juga keadaan-keadaan yang lebih bias dan samar tapi realistis, seperti pemanfaatan tenaga kerja kulit hitam yang disengaja untuk menjangkau 'kaumnya' sendiri atau rasis yang ternyata tak disadari juga dilakukan beberapa orang kulit hitam terhadap etnis yang lebih minoritas, seperti Asia.

Sebagai sebuah serial drama komedi, tentu saja semuanya ditampilkan dalam kemasan satir yang menggelitik tapi tetap mampu mengundang diskusi lebih lanjut. Sama seperti Insecure.

Judul Insecure ternyata sangat sesuai merepresentasi penyebab utama dari berbagai konflik yang dialami oleh karakter-karakter sentralnya, baik dalam urusan karier, hubungan asmara, maupun hubungan persahabatan. Topik yang terkesan remeh dan ringan tapi sebenarnya bisa jadi kompleks ketika dihadapkan pada situasi yang serba tidak mendukung. Insecure menjadi semacam refleksi pribadi yang bisa membuat penontonnya berkembang secara kepribadian dalam menghadapi rollercoaster kehidupan dengan berbagai aspeknya.

Selama empat musim, Insecure terasa sekali naskahnya ditulis dan dikembangkan secara serba proporsional dan pertalian yang juga relevan sekaligus realistis. Pengembangan kisahnya terasa begitu terencana dan tertata baik, tapi masih menyimpan kejutan-kejutan yang realistis.

Insecure sama sekali tidak ada kesan diulur-ulur, dibuat-buat, atau pun pengulangan pola yang kerap ditemukan dalam kebanyakan serial. Penulisan masing-masing karakter pun terasa sekali mendapatkan perlakuan mendetail dengan analisis latar belakang keluarga dan pengalaman yang relevan dengan kepribadian dan pilihan karakter.

Tak heran jika penonton dengan mudah ter-engaged dan bahkan bersimpati terhadap semua karakter utamanya, bahkan untuk karakter Kelli dan Tiffany yang terasa baru mendapatkan porsi cukup banyak di musim ketiga Insecure.

Sebagaimana Sex and the City, Insecure pun tak segan-segan menampilkan adegan seks yang cukup frontal dan berani meski tak sampai terkesan kelewat vulgar. Bahkan bisa jadi sedikit lebih frontal dan berani ketimbang Sex and the City dengan mengekspos bentuk tubuh yang ideal dan bagian belakang karakter pria maupun wanita. Tentu saja adegan berani yang tersebar di hampir setiap episode ini memanjakan demografi target audience utamanya yang adalah para wanita.

Untuk menambah daya tariknya, Issa sebagai karakter paling utama sering ditampilkan sedang berkomunikasi dengan dirinya sendiri di depan cermin, lengkap dengan gaya rap yang tentu sangat khas Afro-Amerika.

Menggelitik tapi tetap cerdas. Adegan-adegan imajiner oleh sosok Issa juga kerap ditampilkan sebagai variasi dalam memvisualisasikan apa yang ada dalam benak Issa. Tentu saja ada juga karakter comedic relief yang di sini ditunjuk Kelli sebagai pengembannya. Celetukan-celetukan penuh umpatan dan jorok yang berpotensi ofensif justru memancing tawa di banyak kesempatan berkat pembawaan Natasha Rothwell.

Penampilan para aktor menjadi kekuatan tersendiri bagi Insecure. Selain Issa Rae dan Yvonne Orji yang mendominasi dan berhasil meng-engage penonton karena kerealistisan dan pembawaan yang sangat menarik, pilihan aktor di lini pendukung pun tak main-main.

InsecureInsecure Foto: (dok.imdb.)

Ada satu adegan yang menggambarkan kompleksitas perasaan karakter Lawrence dan mampu dengan begitu mendalam dan mendetail dibawakan oleh aktor Jay Ellis hanya lewat raut wajah.

Bagi penggemar musik khas Afro-Amerika, Insecure juga menawarkan daya tarik lebih dari segi pilihan soundtrack-nya. Berbagai track yang sangat ear-catchy bergenre mulai dari soul, R&B, hip-hop, rap, dan banyak lagi menghiasi sepanjang musim.

Mungkin berasal dari nama-nama artis yang masih asing di telinga penonton Indonesia, tapi ini justru menjadi daya tarik tersendiri untuk menemukan musik-musik alternatif yang tak kalah menariknya dari musik-musik arus utama Top 40 yang mungkin sudah terlalu overrated.

Secara keseluruhan Insecure jelas sebuah serial yang menarik untuk disimak. Selagi dibuat tertawa terbahak-bahak oleh tingkah para karakternya (meski tak sampai jatuh menjadi slapstick maupun farcical), penonton akan sesekali tersentil dan juga diajak untuk merefleksikan kepribadian lewat karakter masing-masing yang terepresentasi sekaligus mungkin menemukan solusi atau pun konklusi dari konflik serupa sehari-hari.

Dengan durasi per episode yang hanya sekitar 30 menit dan 8 episode per musim (kecuali musim keempat yang punya 10 episode), Insecure adalah pilihan hiburan yang menghibur sekaligus berbobot tanpa harus menginvestasikan terlalu banyak waktu secara khusus. Kesemua episode dan musim Insecure bisa ditonton lewat Mola TV.



Simak Video "Ternyata Sophia Latjuba dan Iwan Fals Orangnya Cemburuan!"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)