detikHot

tv-news

Perbedaan VFX Musim Pertama dan Kedua 'Stranger Things'

Selasa, 28 Agu 2018 15:25 WIB Ollivia Pratiwi - detikHot
Foto: Stranger Things (ist)
Jakarta -

Musim pertama serial tersebut rilis perdana pada Juli 2016 lalu dengan aktor dan aktris yang sebagian besar tidak terkenal dan anggaran yang kecil. Oleh karena itu, pada musim pertama 'Stranger Things' mencoba berkreasi dengan anggaran yang mereka miliki melalui dimensi alternatif dan monster yang tak terlihat.

Salah satu pesona 'Stranger Things' sendiri memang terletak pada plotnya yang berbelit-belit.

Lalu, datanglah musim kedua di mana semuanya menjadi lebih besar; ekspektasi penggemar, anggaran dan yang paling utama, visual effect.


Netflix sendiri baru-baru ini merilis video yang menjelaskan VFX untuk 'Stranger Things', sebagai salah satu ajang promosi untuk musim ke-3.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pada musim pertama mereka hanya menggunakan visual effect yang praktis. Seperti menyelubingi Demagordon dalam kegelapan dan menciptakan Upside Down yang gelap, yang pada dasarya adalah terowongan yang diterangi senter.

Namun, editor Kevin D.Ross mengungkapkan, "Kami memiliki efek ratusan kali lebih banyak di musim ke-2 dari pada yang kami miliki di musim pertama." Hal tersebut pun memberi kesempatan The Duffer Brothers untuk berkreasi lebih berani, seperti badai petir vulkanik di mana raksasa diperkenalkan dan kecebong lucu yang berteman dengan Dustin.


"Kami menuju musim ke-2 mengetahui bahwa visual effect akan digunakan tidak hanya untuk menambahkan efek praktis namun untuk menciptakan hal-hal yang tidak humanoid." lanjut produser eksekutif Shawn Levy.

Musim ketiga kemungkinan akan kembali pada pertengahan tahun 2019, tentunya dengan kisah yang lebih rumit dan visual effect yang lebih canggih, mengingat kesuksesan musim kedua.


(doc/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com