Ryan Seacrest, Cerita dari Red Carpet

Laporan dari Los Angeles

Ryan Seacrest, Cerita dari Red Carpet

- detikHot
Rabu, 05 Feb 2014 13:06 WIB
Ryan Seacrest, Cerita dari Red Carpet
Jakarta - Setahun menjelang genap berusia 40, Ryan Seacrest telah menikmati ketenarannya sebagai seorang bintang di industri broadcasting. Ia mengalami zaman keemasan seorang penyiar radio sebagai pembawa acara American Top 40 hingga wajah tampannya keluar dari balik layar lewat 'American Idol'. Di musim penghargaan musik dan film seperti saat ini, ia bergentayangan di red carpet.

Bersama Giuliana Rancic, Ryan kini membawakan acara 'Live From the The Red Carpet' di saluran televisi E! Di malam penghargaan Golden Globe beberapa waktu lalu, ia menjadi salah satu orang yang paling sibuk. Ia mencegat setiap aktris dan aktor yang melintasi karpet merah. Ia sangat terkesan dengan Jennifer Lawrence.

Mengaku masih sebagai Ryan yang sama dengan 10 tahun lalu, bagaimana pun ia telah menjadi bagian dari selebriti kelas atas Hollywood.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku masih mengenakan jas dengan ukuran yang sama. Berat badanku juga masih sama. Jadi aku masih merasa sebagai orang yang sama. Namun, yang paling menarik, aku mencoba untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga orang-orang baik di acara ini (Live From the Red Carpet) maupun acara lain yang kukerjakan, merasa nyaman," ujarnya di acara International Press Junket di markas E! di Gedung NBC Universal, Los Angeles yang dihadiri detikhot beberapa waktu lalu.

Setelah melewati tahun-tahun yang panjang, Ryan kadang mengenang masa-masa awal terjun sebagai presenter. Ia memulainya dengan kekhawatiran bahwa dirinya tak mengenal artis yang ditemui dan akan diwawancarainya. "Bahkan setelah beberapa waktu, aku merasa bukan presentar yang keren. Banyak nama baru muncul tiap tahun, bintang-bintang baru. Yang bisa kulakukan adalah berusaha senyaman mungkin," tambahnya.

Sejak awal, dunia broadcasting memang merupakan cita-cita Ryan. Di masa kecil, ia tumbuh di kota yang belum banyak terdapat televisi sehingga ia terobsesi dengan radio. Dalam perjalanan kariernya, televisi kemudian menjadi tempatnya berlabuh. Kini, jika harus memilih, antara radio dan televisi, ia sadar jawabannya akan klise.

"Aku tak bisa lagi memilih salah satu, aku mencintai keduanya. Namun, ada alasan tertentu bahwa aku merasa lebih nyaman dengan televisi. Sebab, aku telah melewati begitu banyak acara radio dan ini saatnya menikmati peralihan itu," ujarnya.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads