Pesulap Merah soal Nama Sarwendah Terseret Isu Pesugihan Gunung Kawi

Pesulap Merah soal Nama Sarwendah Terseret Isu Pesugihan Gunung Kawi

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 19 Mei 2026 12:02 WIB
pesulap merah
Pesulap Merah dalam media sosial miliknya. Foto: dok Instagram marcelradhival1
Jakarta -

Marcel Radhival atau Pesulap Merah, buka suara usai nama Sarwendah terseret dalam pembahasan soal Gunung Kawi yang dikaitkan dengan isu pesugihan. Sebelumnya, Marcel sempat mewawancarai seorang kuncen Gunung Kawi.

Dalam wawancara itu, sang kuncen menyebut sejumlah nama artis, termasuk Sarwendah, pernah datang ke lokasi tersebut. Menanggapi ramainya pemberitaan, Marcel mengaku ingin mengklarifikasi langsung kepada pihak terkait. Namun, ia menduga kunjungan Sarwendah ke Gunung Kawi bisa saja hanya untuk kepentingan syuting.

"Saya ragu, kemungkinan apa jangan-jangan dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali, mungkin. Terus disalahartikan," kata Marcel Radhival di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Saat ditanya lebih lanjut soal maksud disalahartikan, Marcel menjelaskan kemungkinan publik salah menilai kunjungan tersebut sebagai ritual tertentu.

"Disalahartikan bahwa itu ritual. Mungkin. Kan saya juga nggak tahu kebenarannya gimana. Itu karena pernyataan si kuncennya doang," bebernya.

Marcel menegaskan, hanya sebatas mewawancarai kuncen dan tidak memiliki kapasitas untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut.

"Karena, saya juga yang tipikal orang yang memang kepercayaan saya Islam," terangnya.

Pria yang dikenal kerap membahas praktik perdukunan itu, juga mengaku belum mendapat teguran dari pihak Sarwendah maupun penggemarnya terkait ramainya isu tersebut. Ia membuka peluang teman-teman artis lainnya untuk klarifikasi.

"Saya ke sana cuma liburan kok. Saya ke sana cuma pengin belajar budaya aja. Mungkin mau klarifikasi kayak gitu, ya nggak masalah juga, bisa kontak saya. Saya nggak memihak satu orang atau satu sisi doang," bebernya.

Di sisi lain, Marcel menilai polemik ini justru bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Ia menduga ada kemungkinan nama-nama tokoh terkenal digunakan oleh oknum tertentu untuk menarik kepercayaan pengunjung.

"Nah ini kan jadi malah hal yang positif. 'Oh jadi kita tahu, berarti kuncen-kuncen sana menjual nama-nama itu untuk orang-orang yang datang ke sana.' Kalau itu nggak ketahuan selama ini, berapa banyak orang yang datang ke sana terus percaya bahwa artis ini pernah ke sini, politikus ini pernah ke sini," katanya.

Meski begitu, Marcel kembali menegaskan belum tentu para artis yang disebut benar-benar melakukan ritual di lokasi tersebut.

"Bisa jadi ke sana memang mungkin liburan doang. Kayak saya kan ke sana juga. Tapi kan nggak ritual-ritual. Nggak percaya pesugihan," pungkasnya.




(fbr/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads