ADVERTISEMENT

Spotlight

Menyonisme, Bermula Tingkah Iseng Berbuah Komik Strip

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 05 Jul 2022 16:06 WIB
Menyonisme di Instagram
Menyonisme hadir sejak tahun 2015. Bagaimana cerita menyonisme dibuat? Foto: Courtesy of @menyonisme/ Instagram
Jakarta -

Mendengar kata 'menyon' apa sih yang terlintas di benakmu? Tren Menyonisme merajalela di jagat maya gara-gara akun Instagram dengan nama serupa.

Menyonisme sukses membuat karakter makhluk biru tampan rupawan dan hadir dalam segala adegan kehidupan. Seorang pria asal Bandung, Fikri Izzaldin, membuat karakter menyon bermula dari iseng dan kini berbuah menjadi komik strip yang disukai penggemarnya.

Kepada detikcom, Fikri menceritakan menyonisme sudah dibuatnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2015.

"Pertama didirikan di Facebook, merupakan hasil buah keisengan saya karena bosan dengan kegiatan sekolah waktu itu. Saya emang dasarnya suka ngegambar dan corat-coret iseng. Menyon ini adalah salah satu dari hasil 'iseng' tersebut yang Alhamdulillah berlanjut sampai sekarang," katanya.

Melalui menyonisme, mahasiswa jurusan Desain Produk di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini membuat tokoh dan penggambaran karakter terbaru yang terlepas dari istilah Doramenyon yang membuat namanya melejit.

Menyonisme di InstagramKomikus di balik Menyonisme, bernama Fikri Izzaldin. Foto: Courtesy of @menyonisme/ Instagram

"Saya menciptakan tokoh baru dengan bentukan baru, ibaratnya saya 'bersihkan' gitu secara desain kartunnya, dan termasuk namanya juga sehingga namanya tinggal 'Menyon'," katanya.

Nama 'menyonisme' meski terkesan seperti sebuah plesetan diakui Fikri juga menjadi mudah untuk diingat.

"Ketika dibuat username sosial media juga mudah menyesuaikan brandingnya," tegasnya.

Fikri membuat karakter 'menyon' yang tukang usil, iseng, dan petakilan. Dia membuat penjelasan makhluknya sebagai 'makhluk biru tampan rupawan'.

[Gambas:Instagram]



"Itu sendiri mirip-mirip kejadiannya yaitu ya saya hanya iseng saja, karena Menyon ini kan dasarnya tokoh yang usil dan iseng petakilan gitu ya. Saya merasa bio tersebut masuk saja dengan watak si tokohnya yang memang dasarnya random," katanya sembari tertawa.

Sebelum sukses membuat menyonisme, pria kelahiran Magelang pada Januari 2001 juga membuat plesetan Doramenyon. Tapi akhirnya ia terpaksa mengganti karakter dan konten dari komik-komiknya tersebut.

Kini pria yang mengidolakan komikus Tahilalats hingga Sweta Kartika itu mengaku tetap bakal berkarier di ranah komik digital.

"Sampai saat ini, saya merasa ini sebagai hobi selingan saya, yang sangat saya nikmati karena saya bebas berkreasi dan berekspresi di platform ini," pungkasnya.

Baca artikel berikutnya.



Simak Video "Komik Digital yang Mendidik, Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT