Spotlight

Film Horor di Ajang Oscar

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 15 Nov 2020 09:46 WIB
Perempuan Tanah Jahanam
Foto: (dok.Perempuan Tanah Jahanam)
Jakarta -

Sebuah kabar baru diumumkan dari industri film Indonesia. Baru-baru ini, Perempuan Tanah Jahanam diusulkan untuk ambil bagian dalam seleksi nominasi Best Foreign Language Academy Awards tahun depan.

Tentu ini sebuah kabar baik namun sekaligus tak biasa. Selama ini, tak tersedia banyak ruang bagi film bergenre horor di ajang-ajang penghargaan tak terkecuali Oscar.

Dalam sejarahnya, Academy Awards bahkan tak menominasikan film horor di kategori utama termasuk nominasi film terbaik. Satu-satunya yang pernah berhasil hanyalah The Silence of the Lambs membabat lima kategori besar di antaranya Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik , dan Skenario Adaptasi Terbaik termasuk Film Terbaik.

Dari berbagai sumber yang dirangkum detikcom, keberadaan film horor terutama di ajang Oscar cukup langka. Pernah ada namun belum ada yang mengungguli atau bahkan menyamakan The Silence of The Lambs.

Di luar cerita, sisi akting para aktornya yang kerap ditonjolkan. Aktris Sissy Spacek dan Piper Laurie menerima nominasi Aktris Pendukung dan Aktris Terbaik lewat horor berjudul Carrie (1976). Tetapi film tersebut akhirnya tidak memenangkan keduanya dan tidak menerima nominasi lain.

Hal serupa juga dialami film Black Swan (2011) garapan Darren Aronofsky yang masuk dalam lima nominasi termasuk Best Picture. Oscar memberikan piala bagi Natalie Portman sebagai aktris terbaik.

Film Get Out (2018) memiliki kesempatan menang di 2018. Film ini tak hanya sekadar horor yang mencekam. Get Out membawa pesan terpendam yang terkandung dalam filmnya.

Get OutAdegan dalam film Get Out Foto: dok Universal Studio

Ia tak menampikan adegan-adegan histeria yang memancing bulu kuduk merinding melainkan menyuarakan lebih dalam tentang isu yang selama ini menjadi problem Amerika dari sisi sosial.

Get Out mewakili ketakutan, kemarahan, kecewa hingga rasa sakit dan upaya kaum kulit hitam untuk lepas dari represi. Oscar menjadi puncak apresiasi film ini di ajang penghargaan tersebut.

Sebab, film ini juga sukses secara komersil yang diketahui meraup pendapatan mencapai USD 255 juta dari penayangannya di seluruh dunia dengan budget produksi senilai USD 4,5 juta.

(doc/aay)