Spotlight

Para Perempuan di Balik Serial Cursed

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 09 Agu 2020 15:00 WIB
Cursed
Foto: (dok.imdb.)
Jakarta -

Cursed tak hanya menampilkan sosok perempuan di depan layar yang dibawakan Katherine Langford. Serial ini juga dihidupkan oleh banyak perempuan di balik layar.

Sutradara di beberapa serial ternama seperti Grey's Anatomy juga Pretty Little Liars yakni Zetna Fuentes salah satunya. Ia menjadi pemegang kendali cerita di dua episode pertama.

Ada pula Catrin Meredydd yang juga pernah ambil bagian di serial Black Mirror di departemen desain produksi juga dua seniman di balik layar Marianne Agertoft di bagian desain kostum dan Erika Okvist sebagai penata rias wajah dan rambut. Keduanya pernah menerima penghargaan dari BAFTA atas kinerja mereka di balik layar produksi.

"Terlibat di serial ini adalah salah satu pengalaman kreatif yang paling memuaskan yang pernah saya alami. Suatu kehormatan bagi saya dapat bekerja sama dengan banyak wanita yang berbakat," ujar sutradara Zetna Fuentes.

Desainer produksi Catrin Meredydd mengambil inspirasi dari sejarah Inggris di masa lalu dalam mengembangkan set kehidupan bangsa Fey dan orang-orang Inggris di masa lampau.

"Aku mengambil referensi salah satunya dari sejarah Viking berasal. Selain itu alam juga memainkan peran yang berhubungan dengan set, kostum termasuk gaya rambut dan makeup. Aku juga mengambil inspirasi dari peristiwa alam di dunia nyata," ungkap Catrin Meredydd.

Untuk menggambarkan kehidupan bangsa Fey, ia mengambil inspirasi dari jembatan akar yang berada di India.

"Alam memiliki keajaiban tersendiri. Penampakan kekuatan alam itu membuktikan bagaimana alam bekerja dan manusia tak berusaha melawan mereka," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Cursed menampilkan bangsa peri yang tak jauh berbeda dengan sosok manusia pada umumnya. Ada alasan bagi seniman Erika Okvist menerapkan hal tersebut.

"Kami ingin memperlihatkan mereka seperti manusia pada umumnya. Ini agar penonton dapat merasakan apa yang dialami bangsa Fey di mana mereka selalu diteror hingga dimusnahkan. Kami mencoba membangun ikatan cerita lewat penampilan mereka yang tak memiliki banyak perbedaan," ujar Erika Okvist, penata rias dan wajah yang juga berada di balik serial Taboo ini.

Menjadi interpretasi baru dari mitos raja Arthur yang ada sejak berabad-abad lampau, kreator Frank Miller berharap Cursed dapat diterima penonton di mana saja. Selain tentang sejarah, Cursed membawa tema tentang kepahlawanan, cinta, kesetaraan dan kemampuan menghadapi kesulitan.

"Saya berharap penonton tak akan puas dan selalu menantikan kelanjutan kisah ini. Semoga acara ini dapat diterima dari penonton di seluruh dunia," ujar Frank Miller.



Simak Video "Seru! Acara Pixy Steal the Spotlight Medan Dipadati Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dal)