Spotlight

Sentilan Sentilun Komik Politik

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 14 Jul 2020 15:38 WIB
Ngomik Maksa
Ngomik Maksa sukses membuat netizen gerah dengan komik-komiknya Foto: @ngomikmaksa/ istimewa
Jakarta -

Komik politik kerap mengundang nyinyiran netizen. Melalui akun Instagram @ngomikmaksa yang saat ini ada 34,2 ribu followers, komikus asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Abdi Rahman membuat komik Ngomik Maksa.

Berdiri sejak 2015, Ngomik Maksa menyentil berbagai isu sosial dan politik yang ada di Indonesia. Ada apa saja sentilan sentilun yang ada di Ngomik Maksa?

Berikut di antaranya, seperti dirangkum detikcom:

1. Reformasi Dikorupsi

Saat isu reformasi dikorupsi dibicarakan tahun lalu, Ngomik Maksa juga menyentil isu tersebut. Berbagai konten komik digambar oleh komikus Abdi Rahman, 28 tahun.

Ada gambar seorang pria mengenakan kemeja putih yang ditutup matanya oleh pria berkepala banteng. Ada juga polisi yang sedang memarahi anak sekolah yang turut melakukan unjuk rasa.

[Gambas:Instagram]



"Saya juga rakyat!" ucap pelajar tersebut.

Ada juga pertanyaan tentang, "Bagaimana kasus "Novel" pak?"

"Masih kami baca kok...," ucap pria berseragam itu yang terlihat membaca buku terbalik.

2. Revisi UU KPK

Tahun lalu juga menjadi momen bersejarah bagi KPK. Isu pembahasan mengenai revisi UU KPK turut digambar oleh Ngomik Maksa.

Abdi Rahman memotretnya lewat sejumlah cerita bergambar yang sukses membuat netter gerah sekaligus panas.

[Gambas:Instagram]



Misalnya saja logo KPK yang sedang ditutup kain hitam oleh dua orang petugas. Cicak di atas kain hitam seakan berkata, "Apakah masih ada cahaya harapan di sini?"

Komik lainnya menggambarkan pria dan perempuan yang menjadi wakil rakyat tampak bersemangat ketika membicarakan Revisi UU KPK yang langsung disetujui. Tapi ketika membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, para wakil rakyat tidur dan tampak malas-malasan.

3. Pandemi COVID-19

[Gambas:Instagram]



Pandemi COVID-19 juga digambar oleh Ngomik Maksa. Misalnya saja masyarakat wajib menggunakan masker hingga berbagai hal yang dirindukan saat sebelum Corona.

Komik yang lucu ketika seorang pria mengatakan kepada temannya bahwa ia rindu silaturahmi dengan wakil rakyat. Gambar berikutnya adalah suasana demonstrasi saat mereka meneriakkan, 'tolak semua UU yang anti rakyat' dan 'Mosi tidak percaya'.



Simak Video "Komik Digital yang Mendidik, Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)