detikHot

Spotlight

Makna Khusus di Lukisan 'Mata Hitam' Jeihan Sukmantoro

Selasa, 09 Apr 2019 17:26 WIB Tia Agnes - detikHot
Makna Khusus di Lukisan Mata Hitam Jeihan Sukmantoro Foto: Museum MACAN/ Istimewa Makna Khusus di Lukisan 'Mata Hitam' Jeihan Sukmantoro Foto: Museum MACAN/ Istimewa
Jakarta - Pelukis senior Jeihan Sukmantoro dikenal sebagai seniman yang mampu melukiskan 'mata yang dihitamkan'. Mata subyek dalam lukisannya selalu digambar dengan warna hitam hingga membuat dirinya dikenal dengan pelukis 'mata hitam'.

Di balik itu semua, Jeihan menuturkan ada makna khusus tentang 'mata hitam' tersebut.

"Ini adalah respons saya terhadap peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di dekade 1960-an," ujar Jeihan ketika ditemui di Museum MACAN, belum lama ini.

Lukisan 'mata hitam' pula membawa imajinasinya ke banyak hal yang tak mungkin digapai oleh mata terbuka. "Sesuatu yang terlihat belum tentu baik dan begitu juga sebaliknya," lanjutnya.



Makna Khusus di Lukisan 'Mata Hitam' Jeihan SukmantoroMakna Khusus di Lukisan 'Mata Hitam' Jeihan Sukmantoro Foto: Museum MACAN/ Istimewa

Lukisan 'mata hitam' pertamanya digambar pada 1963 yang berjudul 'Aku'. Karya tersebut menampilkan potret Jeihan ketika masih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dua tahun kemudian, ia melukis 'Gadis' dan sampai puluhan tahun berikutnya lukisan 'mata hitam' masih eksis.

"Itu adalah lukisan-lukisan yang sangat penting. Sampai sekarang saya merasa lukisannya belum juga selesai," tutur pria kelahiran Surakarta 1938 silam.

'Mata hitam' juga identik dengan gagasan Jeihan tentang kepercayaan mistis masyarakat Jawa tentang ketidakmampuan manusia biasa dalam meramalkan masa depan. Namun ada juga yang menganggap lukisan 'mata hitam' Jeihan merefleksikan spiritualitas sang seniman.

Sebanyak 30 lukisan 'mata hitam' Jeihan bisa dilihat di Museum MACAN Jakarta hingga 26 Mei 2019.


(tia/nkn)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com