DetikHot

spotlight

Otniel Tasman Populerkan Tari Lengger hingga ke Belgia

Selasa, 14 Ags 2018 14:40 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Otniel Tasman Populerkan Tari Lengger hingga ke Belgia Otniel Tasman Populerkan Tari Lengger hingga ke Belgia Foto: Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya
Jakarta - Otniel Tasman aktif berkarier sebagai seorang koreografer muda sejak tahun 2014 silam. Eksis dan konsisten berkarya hingga kini, pria asal Banyumas itu mempopulerkan tari Lengger ke berbagai pelosok negeri dan mancanegara.

Tari lengger yang dikenal sebagai tarian tradisional Jawa Tengah itu menjadi fokus utamanya. Tak ingin meninggalkan tradisi, tarian yang dipentaskannya dicampurkan dengan koreografi hasil ciptaan Otniel. Hasilnya pun menjadi beragam.



Otniel menceritakan tari Lengger sudah dimainkannya sejak ia berada di semester 4 ISI Surakarta. "Saat menuju pentas tugas akhir di Jakarta, saya membuat tari Lengger Barangan dan dipentaskan di TIM. Beberapa kali saya ke Jakarta, kok ritual Lengger-nya mengamen tapi yang saya tahu tidak seperti itu," ujar Otniel ketika berbincang dengan detikHOT di Komunitas Salihara, belum lama ini.

Dari tarian 'Lengger Barangan' yang menceritakan kehidupan masyarakat tradisional yang bergumul dengan arus modernitas, namanya kian dikenal. Sampai sekarang ia telah menciptakan 'Salah', 'Rohwong', 'Angruwat', dan 'Mantra'.

Otniel Tasman Populerkan Tari Lengger Hingga ke BelgiaOtniel Tasman Populerkan Tari Lengger Hingga ke Belgia Foto: IDF/ Istimewa


Ia menuturkan saat belajar di Solo, Otniel merasa rindu dengan kampung halaman. "Akhirnya saya belajar lagi tentang lengger sampai sekarang," ujar peraih Hibah Seni Inovatif Kelola tahun 2014.

Otniel juga pernah dipercaya untuk membawakan dua karya di Festival Europalia 2017. Yakni 'Lengger Laut' (2014) dan 'Nosheheorit' (2017). Karyanya dipentaskan di tiga kota di Belgia. Masing-masing 'Lengger Laut' di DeSingel (Antrwep), dan 'Nosheheorit' di Charleroi Danse (Charleroi), dan KVS Theatre (Brussels).

Selain itu, ia juga pernah berkolaborasi dengan Didik Nini Thowok dalam sebuah festival seni dan kebudayaan di London. Jalan yang dilalui Otniel masih panjang. Dalam waktu dua tahun ke depan, ia memiliki beragam rencana untuk terus mempopulerkan dan menarikan tari Lengger.

"Tahun ini ke Yogyakarta dan pentas lagi di Jakarta jadi main show di Indonesian Dance Festival (IDF). Tahun depannya lagi ke Singapura ada kolaborasi juga," tukas Otniel.

Simak artikel berikutnya.

(tia/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed