detikHot

Spotlight

Buku Sufi Hazrat Inayat Khan Pengaruhi Abenk Alter dalam Berkarya

Selasa, 12 Des 2017 11:50 WIB Tia Agnes - detikHot
Buku Sufi Hazrat Inayat Khan Pengaruhi Abenk Alter dalam Berkarya Foto: Tia Agnes/ detikHOT Buku Sufi Hazrat Inayat Khan Pengaruhi Abenk Alter dalam Berkarya Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Sebelum tahun 2016, Abenk Alter mulai serius sebagai seorang seniman. Dia melukis berbagai bentuk tapi kerap mengalami kegagalan. Lukisannya seakan kehilangan arah, konsep karyanya baru bertemu 'bentuk' ketika Abenk melanjutkan studi ke jenjang magister.

Ketika kuliah lagi, Abenk mengambil jurusan Filsafat Timur dan merasakan konsep dan proses yang lebih matang.

"Sufi Hazrat Inayat Khan jadi salah satu bahan dari tesis gue. Buku itu juga jadi sumber saya. Saat mulai melukis lagi, gue mengambil buku ini lagi dan akhirnya memberikan jawaban hubungan antara visual, musik, dan suara," ujar Abenk ketika mengobrol di RUCI Art Space, Jakarta Selatan, pekan lalu.



Tadinya, kata Abenk, dia ingin memisahkan dua bidang antara musik dan visual. Ternyata tidak ada pemisahan antara dua ranah tersebut.

Buku Sufi Hazrat Inayat Khan Pengaruhi Abenk Alter dalam BerkaryaBuku Sufi Hazrat Inayat Khan Pengaruhi Abenk Alter dalam Berkarya Foto: Tia Agnes/ detikHOT


"EP yang lagi gue persiapkan sebenarnya adalah sebuah kecelakaan. Gue nggak pernah merencanakan untuk mengeluarkan karya musik dalam waktu dekat, karena mau fokus melukis. Tapi lukisan itu menginspirasi gue untuk membuat lagu dan terinspirasi lagi bikin lukisan, dan begitu seterusnya," kata Abenk.

Dari pencarian soal konsep dan proses dalam berkarya, dia menemukan metode 'fastline' yang selama ini digarap Abenk. Metode yang dalam bahasa Indonesia berarti 'garis cepat' itu kian mantap serta dipengaruhi oleh buku-buku karya Hazrat Inayat Khan.



"Fastline dan karakter dalam lukisan saya sebenarnya itu dua entitas yang berbeda dan belum menemukan caranya. Di seri ini saya menemukan cara untuk mengeblend jadi satu komposisi karya," pungkasnya.

Bagaimana kelanjutan metode 'fastline' yang berhasil dimatangkan oleh Abenk? Simak artikel berikutnya!



(tia/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com