DetikHot

spotlight

Kekuatan 'Turah' Ada pada Ceritanya yang Universal

Kamis, 12 Okt 2017 12:35 WIB  ·   Devy Octaviany - detikHOT
Kekuatan Turah Ada pada Ceritanya yang Universal Kekuatan 'Turah' Ada pada Ceritanya yang Universal Foto: Turah (Twitter)
Jakarta - Garin Nugroho pernah berkata, film-film Hollywood boleh saja unggul lewat berbagai teknologi canggih yang kerap menjadi bagian produksi film mereka. Namun bukan berarti Indonesia tak memiliki potensi untuk mengembangkan industri film negeri sendiri.

Lewat keberagaman budaya dan isu yang membuat kehidupan berbangsa negara ini dinamis, Indonesia diyakini sutradara asal Yogja tersebut memiliki aset untuk membesarkan perfilman.

Senada dengan Garin, disodorkannya film 'Turah' melaju ke ajang Oscar juga berlandaskan alasan tersebut. Mewakili komite seleksi PPFI, Christine Hakim meyakini film arahan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo itu memiliki cerita yang universal meski pusat cerita film ini berada di kampung Tirang, Tegal.



"Turah mengangkat masalah labour atau perburuhan, dan itu hal yang universal. Di negara-negara maju sekalipun, hal ini masih menjadi problema yang kerap mereka hadapi," ucap Christine Hakim saat dihubungi via sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Film ini bercerita tentang kampung Tirang yang merupakan sebuah desa kecil yang berasal dari tanah timbul dan dikelilingi oleh air laut. Di kampung tersebut hanya terdapat listrik yang menyala di malam hari atas bantuan genset bahkan kampung Tirang tidak memiliki air bersih.

Kenyamanan warga Kampung Tirang terganggu ketika mereka mulai mempertanyakan kekuasaan di bawah seorang Juragan bernama Darso atas hak hidup mereka.

Sebelum dipercaya mewakili Indonesia mengikuti seleksi Oscar, 'Turah' telah melanglang ke berbagai festival di beberapa negara. Salah satunya di Singapore Film Festival pada 2016 lalu.

Film ini memperoleh penghargaan special mention dari festival tersebut. Sang sutradara, Wicaksono Wisnu Legowo, masih ingat alasan 'Turah' memperoleh penghargaan khusus tersebut.

Festival tersebut menilai film ini menjadi sebuah penggambaran mini tentang situasi dunia yang hingga kini lekat dengan opresi yang dirasakan banyak manusia lemah yang ditindas oleh mereka yang kuat.

"Saat mengetahui 'Turah' dibawa ke Oscar, Bu Christine pun kebetulan mengungkapkan hal yang sama tentang 'Turah'. Aku rasa, penggambaran itulah yang dianggap 'Turah' mewakili banyak kehidupan," ujar Wisnu Legowo.

Christine Hakim sendiri tak menargetkan 'Turah' menyalip film-film lain yang berujung pada kemenangan. Lewat kisah kehidupan di sebuah kampung kecil bernama Kampung Tirang, ia berharap cerita yang 'Turah' bawa mengena di hati para juri di ajang seleksi nominasi Oscar.

"Ini bukan soal menang atau nggak. Saya kira 'Turah' punya message yang akan meninggalkan kesan buat mereka yang menonton filmnya. Di samping itu, dibawanya film ini bersaing di seleksi Oscar, kita berharap ini akan jadi motivasi buat banyak filmmaker negeri sendiri yang terpacu untuk berkarya," pungkas Christine.


(doc/tia)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed