"Itulah gunanya hati. Hati diciptakan bukan buat dengki tapi buat ikhlas," tutur Uus di Belanja Buku & Buka puasa 100 Anak Yatim Bersama Wayang OVJ, di Menara Bank Mega, Trans7, Kapten Tendean, Jaksel, Rabu (7/6/2017) malam.
Uus menceritakan suatu contoh. Ketika dia berjalan dengan kawannya, ada seorang pengemis yang meminta-minta. Dia pun memberikan uang senilai Rp 10 ribu, tiba-tiba temannya nyeletuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Us, jangan dikasih dia mah. Ntar kebiasaan, terus gue bilang ya nggak apa-apalah kan gue ikhlas. Trus, dia bilang lu tak gak? Gue kerja banting tulang sebulan nggak kebeli rumah. Dia kerja gitu doang udah kebeli rumah," lanjut Uus menjelaskan.
"Trus gue bilang ya ampun bro tapi kerjaan lu kan lebih mulia. Kerjaan lu nggak minta, rejeki lu entar kali. Ini mah gue ngasih aja jadi terserah kalau dia ternyata lebih kaya di kampung. Tapi dia ngemis, kan," tutur Uus.
Jika diberikan pilihan, apa Uus lebih milih ngemis tapi punya rumat atau stand up comendian jadi miskin?
"Ya, gue milih jadi stand up comedian tapi miskin. Lebih terhormat," pungkasnya.
(tia/wes)











































