Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull

Review Film

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull

- detikHot
Kamis, 22 Mei 2008 06:23 WIB
Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull
Jakarta - Hampir dua dekade sejak Harrison Ford terakhir beraksi sebagai si petualang Indiana Jones. Masih dengan gaya yang sama, tahun ini Indiana Jones kembali merilis seri terbarunya, 'Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull'.

Duo Steven Spielberg sebagai sutradara dan George Lucas sebagai penulis naskah kembali beraksi untuk menghidupkan petualangan Indiana. Dirilisnya seri Indiana Jones keempat ini banyak membuat penggemar lama trilogi Indiana Jones berdebar-debar. Akankah sebaik pendahulunya?

Seakan mengetahui kekhawatiran itu, duet Spielberg dan Lucas nggak neko-neko dalam menggarap seri terbaru petualangan yang masih dibintangi Harrison Ford itu. Walau diproduksi di era tahun 2000, setting film ini tetap berada di era tahun '50-an. Spielberg dan Lucas juga sengaja tak banyak membuat perubahan dari sisi teknis agar aura 'Indiana Jones' yang lama tetap terasa. Dari sisi proses produksi bahkan sampai kru dan pemain, Spielberg dan Lucas berusaha seminimal mungkin melakukan perubahan yang bisa mengurangi aura Jones.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berhadapan dengan Nazi di 'Indiana Jones and the Last Crusade (1989)', Jones kali ini berhadapan dengan agen Rusia yang mengincar tengkorak kristal untuk mendapatkan kekuatan sejati. Cate Blanchett yang berperan sebagai pentolan pasukan Rusia, Irina Spalko sungguh mencuri perhatian. Blanchett sukses menjadi lawan main yang seimbang untuk Harrison Ford.

Walau telah diselingi film sejenis seperti 'National Treasure' dan 'Da Vinci Code', petualangan Indiana Jones tetap mempunyai ciri tersendiri. Aksi kebut-kebutan sampai laga dengan pihak musuh yang dilakukan dosen Arkeologi itu mampu membuat penonton tak berkedip. Apalagi, akhirnya Jones menemukan harta karun tak terduga yang kemudian mengubah hidupnya.

Selain aksi laga dan petualangannya yang seru serta menegangkan, Spielberg juga cukup piawai dalam memilih pemain dan membangun karakter tokohnya. Awalnya banyak yang meragukan Shia LaBeouf yang berperan sebagai 'partner' baru Indiana Jones, Mutt Williams. Aktor muda ini sempat disangka tak mampu mengimbangi permainan Harrison dan tokoh Indiana yang sudah mendarah daging padanya. Tapi Mutt yang kabarnya menerima peran itu tanpa membaca skenario mematahkan semua prediksi tersebut dengan aktingnya yang menghanyutkan.

Walau dibintangi aktor berusia 65 tahun, petualangan Indiana Jones keempat ini tetap menarik untuk disaksikan. Apalagi untuk film ini Harrison Ford berusaha keras melakukan diet ketat dan menghabiskan waktunya tiga jam setiap hari di pusat kebugaran agar tampil sempurna. Ia berjanji akan berusaha sebisa mungkin menuntaskan tugasnya membintangi lima film 'Indiana Jones' seperti yang awalnya direncanakan awal tahun '80-an. One more to go Mr. Jones!
(fta/dit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads