Rien Wartia Trigina alias Erin menuding mantan asisten rumah tangganya , Herawati, telah melanggar privasi keluarga. Herawati disebut mengunggah foto dan video anak-anak Erin dan Andre Taulany ke akun media sosialnya dengan keterangan yang dianggap merendahkan.
Menanggapi tudingan tersebut, Herawati memberikan klarifikasi unggahan tersebut sama sekali tidak didasari oleh niat jahat. Ia menjelaskan tindakannya murni karena rasa senang dapat berinteraksi langsung dengan keluarga public figure.
"Saya udah jelasin, kalau itu hanya bercanda dan saya pun minta foto udah izin gitu loh. Kalau yang masalah kartun itu, ya emang bercandaan, saya niatnya karena senang gitu loh, ketemu sama anaknya artis gitu," kata Herawati dalam konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herawati menambahkan kebiasaannya aktif di platform media sosial, seperti TikTok sudah dilakukan jauh sebelum bekerja di kediaman mantan istri Andre Taulany tersebut.
Ia tidak menyangka jika konten yang dibuat dengan maksud bercanda tersebut justru memicu kemarahan Erin hingga berujung pada laporan polisi terkait dugaan pelanggaran UU ITE.
"Ya mungkin saya akan meminta maaf gitu ke Mas Kenzy dan Mas Dio. Tapi merugikan juga gak sih? Ya nggak, emang sebelum kerja di Bu Erin juga saya udah sering bikin foto, main TikTok, gitu," ujar Herawati.
Pembelaan serupa disampaikan oleh kuasa hukum Herawati, Deolipa Yumara. Deolipa menilai reaksi kliennya merupakan hal yang sangat manusiawi bagi seseorang yang bekerja di lingkungan selebritas.
"Jadi, ini namanya euforia. Orang kerja di tempat artis kan senang. Euforia, kan? Namanya kita kerja tempat artis, euforia. Saya juga kalau kerja di tempat artis, saya euforia juga," ujar Deolipa Yumara.
Meskipun demikian, Deolipa mengakui adanya perbedaan persepsi antara pihak majikan dan pekerja terkait batasan privasi dalam rumah tangga.
Ia melihat ketidaknyamanan yang dirasakan ibu tiga anak itu merupakan bentuk kesalahpahaman yang perlu diluruskan melalui jalur komunikasi yang baik, bukan sekadar saling lapor di kepolisian.
"Ya, itu yang namanya kesalahpahaman tadi, kan? Itu yang nanti kami akan jernihkan selaku kuasa hukum," ucap Deolipa.
Konflik ini berawal dari laporan dugaan penganiayaan ringan yang dilayangkan Herawati terhadap Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan. Pihak Erin kemudian membalas dengan melaporkan Herawati atas dugaan pencemaran nama baik dan akses data pribadi imbas dari konten-konten media sosial yang dianggap melanggar privasi.
(ahs/pus)











































