ADVERTISEMENT

Review I Used To Be Famous: Usaha Bangkit dan Hangatnya Persahabatan

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 22 Sep 2022 19:04 WIB
I Used To Be Famous
Foto: dok. Netflix
Jakarta -

Vince (Ed Skrein, yang pernah menjadi musuh Ryan Reynolds dalam Deadpool) dulunya adalah seorang pentolan band terkenal bernama Stereo Dream. Dari adegan pembuka, penonton diajak untuk melihat betapa besarnya band ini. Loncat dua puluh tahun kemudian, Vince bahkan tidak berhasil untuk mendapatkan tempat manggung. Dari bar ke bar dia menawarkan musiknya tapi tidak ada yang mau menerimanya. Kemudian dia memutuskan untuk duduk di pinggir jalan, bermain musik dan katalis menghampirinya.

Seorang bocah misterius tiba-tiba duduk di belakangnya dan ikut bermain drum, mengiringinya. Tentu saja tadinya Vince merasa terganggu tapi lama kelamaan dia merasa vibing dengan bocah ini. Tidak butuh lama bagi Vince untuk mencari tahu siapa bocah ini. Bocah tersebut bernama Stevie (Leo Long) dan dia kebetulan on autistic spectrum. Stevie lebih dari mau untuk bermain musik bersama dengan Vince. Tapi ibunya, Amber (Eleanor Matsuura), merasa bahwa apa yang ditawarkan Vince berbahaya. Dia tidak punya pengalaman apa-apa mengurusi bocah autis.

Tapi Vince tidak putus asa. Dia tahu bahwa Stevie bisa menjadi jalan keluarnya dari titik terendah yang ia alami sekarang. Stevie bisa menjadi penyelamatnya. Maka ia pun ngoyo untuk mengajak Stevie bermain bersama dan ia benar. Hidupnya pun perlahan mulai berubah.

Dari sinopsis di atas, Anda pasti tahu kemana I Used To Be Famous berjalan. Tidak ada satu pun dalam film ini yang original. Secara plot, Anda pasti melihatnya entah di film apa. Tapi yang lumayan mengagetkan adalah penulis dan sutradara Eddie Sternberg berhasil mempersembahkan sebuah kisah yang sangat klise ini menjadi sebuah cerita yang lumayan menghangatkan. Adegan-adegan yang ia buat sederhana (ada adegan si karakter utamanya bilang, "Yang dia butuhkan adalah teman!") tapi perasaannya sangat jujur.

Tentu saja kalau kita berbicara tentang film yang berhubungan dengan musik, musiknya harus menjadi bintang utama. I Used To Be Famous mungkin tidak berhasil mempersembahkan lagu-lagu yang ikonik seperti dalam film-film John Carney (Once, Begin Again, Sing Street) tapi setidaknya lagu-lagunya tidak jelek. Dan yang menggembirakan, dari semua adegan yang ada, adegan-adegan yang berhubungan dengan musik adalah adegan-adegan yang paling berkesan dalam film ini. Seperti adegan pertama kali Stevie dan Vince bertemu atau adegan pertama kali mereka manggung yang menjadi atraksi drama terbesar dalam film ini.

Ed Skrein mungkin tidak mempunyai kharisma yang besar untuk bisa mencuri perhatian, tapi dia leading man yang lumayan. Leo Long, aktor pendatang baru justru yang paling bikin salah fokus. Robinson berhasil menggambarkan autisme dengan baik karena tidak hanya Leo Long benar-benar on autistic spectrum, ia juga tidak mengglorifikasi autisme tersebut. Permainan Leo Long terasa otentik dan jujur. Fakta bahwa dia memang bisa bermain drum membuat I Used To Be Famous menjadi lebih wah dari seharusnya.

I Used To Be Famous mungkin memang tidak menawarkan kisah yang original tapi setidaknya dia menawarkan kehangatan. Persahabatan antara kedua karakter utamanya cukup menggemaskan dan film ini ditaburi banyak sekali adegan-adegan yang menyentuh. Kalau Anda suka film yang bertemakan musik dengan kisah yang menginspirasi, I Used To Be Famous mungkin bisa jadi pilihan tontonan santai yang pas.

I Used To Be Famous dapat disaksikan di Netflix.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT