ADVERTISEMENT

Review Never Have I Ever (Season 3): Musim yang Lebih Dewasa

Candra Aditya - detikHot
Rabu, 17 Agu 2022 08:07 WIB
Never Have I Ever 3
Foto: dok. Netflix
Jakarta -

Apa yang terjadi setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan? Kalau Anda menonton dua musim Never Have I Ever yang tayang di Netflix, Anda pasti tahu apa yang menjadi obsesi Devi (Maitreyi Ramakrishnan) selama ini. Ia ingin menjadi relevan, ia ingin punya kehidupan remaja yang normal. Tapi yang lebih penting, Devi ingin merasakan bagaimana menjadi pacar Paxton Hall-Yoshida (Darren Barnet). Di penghujung musim kedua, kita melihat bahwa Devi dan Paxton akhirnya bersama. Dan musim ketiga ini langsung memulai drama remaja ini dengan berita ini.

Tentu saja sekolah Devi lumayan gempar dengan berita ini. Teman-teman Paxton kaget dengan informasi ini dan cewek-cewek sepertinya iri sekali dengan Devi. Tapi ternyata musuh dari hubungan antara Devi dan Paxton bukan orang lain melainkan Devi sendiri. Kita berbicara tentang remaja yang suka menyabotase hubungan personal dalam hidupnya (dengan ibunya, dengan sahabat-sahabatnya). Tentu saja insekuritas Devi menjadi penghalang antara hubungannya dengan Paxton.

Tapi Never Have I Ever tidak melulu fokus dengan hubungan Devi dan Paxton. Ada Eleanor (Ramona Young) yang sepertinya naksir bad boy dan si bad boy juga naksir dengan dirinya. Sementara itu Fabiola (Lee Rodriguez) juga punya masalah sendiri. Dia sepertinya naksir dengan temannya sendiri. Masalahnya adalah dia tidak tahu apakah si teman ini juga naksir dirinya. Terakhir tentu saja ada Ben Gross (Jaren Lewinson) yang diam-diam masih memendam perasaan. Pertanyaannya sekarang adalah sampai kapan dia akan melihat Devi dengan senyum getir dari jauh?

Musim ketiga Never Have I Ever rupanya menjadi sebuah kejutan karena ia memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ia lakukan di musim sebelumnya. Devi di musim sebelumnya terasa sangat menyebalkan dengan drama yang seperti ia buat sendiri-sendiri. Devi di musim ketiga ini memang masih sama dengan Devi yang kita kenal tapi Mindy Kaling dan Lang Fisher berhasil membuat Devi menjadi Devi yang menyenangkan seperti yang kita kenal di musim pertamanya. Ia masih menghadapi banyak masalah tapi ia sekarang kelihatan jauh lebih dewasa dan lebih santai.

Hubungan cinta segitiga antara Devi-Paxton-Ben memang diperah habis-habisan di musim ketiga ini (pembuatnya juga menambahkan satu cowok baru yang hadir dalam dunia Devi) tapi itu ternyata tidak mengurangi kenikmatan Never Have I Ever. Meskipun konfliknya bisa saja mudah terperangkap dalam teritori telenovela tapi hasil akhirnya ternyata cukup dewasa dan menggemaskan. Cara Devi dan Paxton menghadapi masalah mereka tidak kekanak-kanakan. Begitu juga dengan cara Devi dan Ben menghadapi satu sama lain. Meskipun Mindy Kaling dan Lang Fisher masih mengajak penonton untuk tertawa tapi respons keduanya terhadap satu sama lain tetap terasa realistis.

Selain plot utamanya, sub-plot musim ketiga Never Have I Ever ternyata lumayan mencuri perhatian. Hubungan Eleanor dengan Trent (Benjamin Norris) adalah eksplorasi komedi yang apik untuk dieksplor. Yang keren, pembuat serial ini bisa menempatkan Eleanor diantara hubungan Trent dengan Paxton yang dalam sehingga persahabatan mereka tidak terasa sekedar tempelan. Sementara itu hubungan antara Fabiola dengan Aneesa (Megan Suri) juga patut disimak karena cara mereka menghadapi satu sama lain sangat menggemaskan dan berbeda dengan karakter-karakter lain.

Episode favorit saya di musim ketiga Never Have I Ever ternyata adalah episode yang khusus menggambarkan tentang obsesi Ben untuk masuk di kampus terkemuka. Episode ini tidak hanya menggambarkan secara jelas beban seorang anak yang ditanggung untuk menyenangkan orang tuanya tapi juga mengeksplor kehidupan sosial Ben yang hampir tidak ada. Melihat dia cemburu ketika Devi dekat dengan cowok lain lumayan lucu juga. Tapi yang membuat episode ini sangat berkesan adalah bagaimana pembuat Never Have I Ever akhirnya membuat hubungan antara Ben dan Paxton menjadi menghangatkan, meskipun tetap luar biasa kocak.

Never Have I Ever ditutup dengan skenario yang sudah kita duga dan cliff hanger yang pastinya akan membuat penggemarnya penasaran. Kalau Anda sudah menyaksikan serial remaja ini, musim ketiganya tidak akan mengecewakan Anda. Dan semoga pembuat Never Have I Ever bisa mempertahankan kualitasnya di musim terakhirnya nanti.

Never Have I Ever musim kedua dapat disaksikan di Netflix.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT