Review Film Fresh: Rasanya Kencan Dengan Kanibal

ADVERTISEMENT

Review Film Fresh: Rasanya Kencan Dengan Kanibal

Candra Aditya - detikHot
Sabtu, 16 Apr 2022 20:07 WIB
Fresh
Foto: dok film Fresh
Jakarta -

Noa (Daisy Edgar-Jones, diimpor dari miniseri Normal People) sudah lelah dengan online dating. Sebagai seorang gadis muda, tentu saja dia ingin sekali interaksi percintaan yang normal dan memuaskan. Tapi sejauh ini, Noa hanya bertemu dengan laki-laki yang mengiriminya foto burung tanpa diminta atau cowok-cowok tidak sopan yang mengatur cara berpakaiannya. Noa rindu sekali pertemuan tradisional dengan laki-laki yang baik. Itulah sebabnya ketika Steve (Sebastian Stan) menyapanya dengan senyum memikat dan anggur di tangannya dalam sebuah supermarket, hati Noa langsung kebat-kebit.


Setengah jam pertama Fresh, horor komedi dari sutradara debutan Mimi Cave, terasa seperti sebuah romantic comedy yang menyenangkan. Bagi yang masih single, apa yang dialami Noa terasa sangat relatable. Dan cara Cave untuk mengelabui penonton (dan juga tokoh utamanya) dengan kegemasan dan kenormalan Steve membuat Fresh terasa begitu mengejutkan ketika dia akhirnya menunjukkan ini sebenarnya film apa.


Ditulis oleh Lauryn Kahn, film ini mencampurkan cautionary tale dalam konteks percintaan dengan film horor dengan sangat baik. Semua yang dilakukan Steve saat dia baru berkenalan dengan Noa sudah menunjukkan berbagai macam red flag. Tapi tentu saja, sebagai penonton kita tahu kenapa Noa mengindahkan semua red flag ini. Kenapa Steve kelihatan seperti pendengar yang baik padahal dia enggan berbagi hal pribadi. Kenapa Steve mengajak Noa untuk pergi liburan bareng walaupun mereka baru kenal.

Dengan karakter yang cenderung sedikit, Kahn memanfaatkan orang-orang yang ada di dalamnya dengan sangat efektif. Fresh adalah film horor tapi lebih dari itu ia adalah sebuah film yang menempatkan hubungan sesama perempuan di tempat yang tertinggi. Mollie (Jonica T. Gibbs) yang merupakan bestie Noa bukan sekedar sahabat. Mollie adalah support system Noa dan kiblat ketika Noa membutuhkan wejangan. Fresh mungkin tidak memborbardir penonton dengan adegan-adegan horor ala Saw atau Hostel meskipun ia menceritakan tentang kanibal. Tapi kehadiran Mollie yang disini menjadi detektif membuat Fresh menjadi sangat seru dan enak untuk ditonton.


Untuk ukuran film panjang pertama, Fresh adalah sebuah keberhasilan yang patut dirayakan. Ini adalah film yang sangat menghibur luar dalam. Bahkan kalau pun Anda bukan penggemar film horor, film ini tetap enak untuk dinikmati karena Cave meramunya dengan banyak bumbu sehingga Anda akan tetap bisa menyantapnya dari ujung ke ujung. Selain bumbu dramanya yang sangat kekinian, Cave membuat Fresh dengan begitu banyak humor dan juga hati sehingga film ini punya identitas yang sangat jelas. Kalau kebanyakan film horor akan membuat Anda stres karena teror, Fresh mempunyai banyak kelucuan yang akan membuat Anda relax.


Kalau film ini mau dibandingkan dengan film-film kanibal kebanyakan (atau thriller thriller tentang penyekapan), Fresh mungkin memang tidak setegang itu. Tapi itu tidak membuat film ini jadi kendur karena Fresh punya banyak adegan yang akan membuat Anda geli dengan adegan-adegannya. Cave yang bekerja sama dengan sinematografer Pawel Pogorzelski (yang juga merekam Hereditary dan Midsommar) memang sengaja menggambar Fresh dengan visual-visual yang good looking. Dan kontras antara visual yang indah dengan konten yang ada di dalamnya menjadikan Fresh mempunyai jukstaposisi yang sangat bagus.


Tidak bisa dipungkiri bahwa film ini sangat bergantung dengan pemainnya untuk menjual premisnya yang unik. Daisy Edgar-Jones sekali lagi berhasil mewakili penonton menjadi gadis-gadis yang sangat naif. Noa dalam Daisy Edgar-Jones sangat relatable, sangat berhasil untuk menjadi karakter yang penonton maki-maki sekaligus puja-puja. Sementara itu Gibbs memerakan Mollie dengan sangat seru sehingga Mollie langsung mentereng menjadi sosok yang akan Anda kagumi sepanjang film karena setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah hal yang Anda ingin teriakkan di depan muka Noa.


Fresh tentu saja tidak akan menjadi semenghibur ini tanpa Sebastian Stan. Aktor yang satu ini tahu benar appeal dia sebagai seorang aktor Hollywood yang tampan. Disini ia menggunakan ketampanannya dan persona "aku laki baik-baik" dengan sangat sempurna sehingga ketika dia memberi tahu Noa bahwa dia adalah importir daging manusia, penonton juga akan terkejut. Kelihatan sekali Sebastian Stan bersenang-senang selama mengerjakan Fresh karena ia terlihat luwes, bebas dan sangat menikmati semua momen yang ada.


Kalau Anda pecinta horor, Fresh sudah pasti tidak bisa di-skip. Tapi kalau pun Anda bukan pecinta horor, film ini tetap harus Anda icip karena film ini menghibur luar biasa. Fresh bukan sekedar film tentang kanibal gila. Ini adalah sebuah social commentary tentang bagaimana susahnya mencari pacar di era digital zaman sekarang. Tonton ramai-ramai bersama teman-teman, Fresh akan membuat Anda segar kembali.

Fresh dapat disaksikan di Disney+ Hotstar
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "K-Talk: Eksekusi Ciamik 'Alienoid' yang Gabungkan Sci-fi dan Zaman Goryeo"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT