'Take Her Up To Monto' Roisin Murphy: Kompleks dan Tak Terduga

'Take Her Up To Monto' Roisin Murphy: Kompleks dan Tak Terduga

Yarra Aristi - detikHot
Kamis, 28 Jul 2016 13:35 WIB
Jakarta - Jika bicara mengenai Roisin Murphy, lupakan lagu manis. Lupakan track-track dance “ear candy” seperti pada era Moloko. Karena ini adalah jejak solonya. Untuk lebih spesifik, ini bukan lagu era album 'Ruby Blue' atau 'Overpowered' yang masih bisa mampir dengan manis di telinga dan ingatan. Roisin selalu mendorong dirinya untuk lebih kreatif dan tak terduga. Semua dapat Anda simak di album terbarunya yang bertajuk 'Take Her Up To Monto'.

“Mastermind” dimulai dengan rentetan kata-kata sarkastis hanya untuk menceritakan betapa ia selama ini membuang waktu bersama orang-orang yang salah. Ini adalah sebuah cerita mengenai bagaimana ia menemukan pasangan hidupnya di kehidupan pribadi, yakni Sebastian Properzi. Namun, dipaparkan dalam konten yang negatif dan penuh gengsi. Sebagai pembuka berdurasi 6 menit lebih, di lagu ini Roisin mengambil waktu untuk menciptakan ambient yang (seperti biasa) tidak biasa, untuk kembali mengingatkan kita bahwa musik yang ia suguhkan bukan sekedar musik. Melainkan, merupakan sebuah karya seni yang memikat.

“Ten Miles High” adalah track dengan struktur unik, yang merupakan sebuah lagu dengan aransemen pop, namun diimbuhi dengan keunikan art pop dan elemen elektronik yang muncul di sana-sini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai kejutan selalu hadir dari penyanyi yang satu ini, seperti pada “Pretty Gardens” di mana ia menghadirkan nuansa jazzy dengan twist yang penuh partikel elektronik yang aneh. Elemen-elemen tersebut membuat lagu ini menjadi terdengar creepy dan di waktu bersamaan, artistik. Ia tidak membiarkan pendengarnya lelah dengan bebunyian aneh yang ia suguhkan di 3 track pertama, karena setelah itu ada “Lip Service” yang bernuansa bossas. Track ini sungguh manis untuk didengar, dengan unsur keanehan yang nihil. Lalu ada “Whatever”, sebuah ballad yang mendapatkan pengaruh waltz dalam aransemen yang sepi dan lirih.

Sound yang eksentrik kembali hadir pada “Romantic Comedy”, lengkap dengan synth yang ganjil memenuhi atmosfer. Keanehan ini menjadi bisa ditolerir karena kehadiran bass line dan piano elektrik yang mengiringi di bagian latar. Roisin kembali menyalurkan eksperimennya lewat “Nervous Sleep” yang dramatis dan mencekam. Nuansa yang sedikit lebih manis hadir pada “Sitting and Counting” sebagai lagu penutup. Perempuan berambut pirang ini bersenandung dengan penuh penghayatan, diiringi berbagai macam instrumen yang hadir tidak terduga.

'Take Her Up To Monto' memang tidak mudah dicerna. Tapi, bagi Anda yang sudah mengikuti karya-karya Roisin, pasti akan memakluminya, karena ia tidak mungkin akan membuat komposisi yang mudah dan apa adanya. Selalu ada komplikasi, selalu ada komitmen untuk terdengar ajaib. Dan kita menyukainya karena hal tersebut.

Yarra Aristi pernah bekerja sebagai wartawan musik di dua majalah musik terkenal. Kini penyiar dan music director di sebuah stasiun radio swasta terkenal di Jakarta.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads