Day 1, Meet Detik Band From SMU Don Bosco
Senin, 11 Apr 2005 08:45 WIB
Jakarta - Band bisa jadi hobi beberapa dari kalian saat ini. Begitupun dengan tujuh cowok yaitu Epit (vokal), Dana (sampling), Regi (bas), Brandly (gitar), Jelly (vokal), Krisma (drum) dan Ringga (gitar) asal SMU Don Bosco. Ketujuhnya gabung dalam band Detik sejak satu tahun lalu. Di hari pertama My Zone ini detikhot mengulik lebih jauh tentang mereka di salah satu kafe yang ada di Pondok Indah Mall.Sebenarnya pada awal band Detik terbentuk, formasi awalnya hanyalah enam orang. Dana baru masuk ketika Detik selesai ikutan Invibas (invitasi band antar sekolah). Pada saat itu, lagu pertama Detik yang berjudul "Biarkan" belum memiliki bunyi-bunyian dari sampling. Ketika Regi minta bantuan Dana, dia melihat lagu mereka jadi bagus. "Begitu didengerin ke anak-anak, mereka juga bilang bagus. Baru deh abis itu Dana kita ajak gabung ke Detik," jelas Regi.Berbicara soal asal-usul nama, Detik dipilih karena mereka ingin seperti jarum jam detik yang selalu berjalan. Meskipun ada hambatan dan rintangan, mereka berharap Detik akan tetap konstan tidak berhenti karena hambatan itu."Kalau di jam kita lihat itu kan ada tiga jarum, satu jarum panjang, satu jarum pendek, satu jarum detik. Dari tiga jarum itu yang konstan jalan terus cuma detik. Kita ambil kata itu, karena kita ingin selalu jalan, selalu konstan. Walaupun kita belum bagus atau gimana, kita selalu maju terus," kata Regi lagi mewakili teman-temannya cerita soal pemilihan nama Detik.Seperti sudah diceritakan diatas, band Detik sudah memiliki lagu sendiri sejak awal mereka terbentuk. Lagu berjudul "Biarkan" merupakan ciptaan Jeli dan Epit. Saat itu Jeli yang sedang menginap di rumah Epit, iseng-iseng, mengajak sahabatnya untuk ngembangin lagu yang sudah cukup lama ada di kepalanya.Lagu "Biarkan" sebenarnya diciptakan Jeli dan Epit, jauh sebelum Detik terbentuk. Ketika mereka semua tergabung lagi dan main dalam satu band, barulah lagu tersebut dikembangkan lagi bareng anak-anak Detik lainnya.Selain "Biarkan," bandnya anak-anak DB ini juga udah punya satu lagu lain berjudul "Temukan Jauh." Diciptakan oleh Regy namun aransemennya dibuat bareng-bareng anak-anak Detik.Buat kalian penggemar 311 (baca: three eleven), kayaknya pas banget kalai kalian ketemu sama Detik band. Soalnya mereka memang dikenal sebagai band yang spesialis mainin lagu band indie asal, Omaha, Nebraska, Amerika Serikat itu. "Kita mainin lagu 311 karena kita ingin spesialis gitu, biar ada ciri khasnya. Dari yang tadinya beda-beda selera, begitu denger 311 semuanya suka. Musiknya berat, cuma enak didengerin," ujar Jeli.Detik selama ini dikenal sebagai band yang jarang main di pensi-pensi. Mereka lebih sering main di kafe, seperti Newscafe, Rouge dan The Beat.Bicara soal main di kafe anak-anak ini punya satu cerita lucu sekaligus menyedihkan. Waktu itu mereka diundang untuk main di Newscafe. Mereka mendapatkan jatah waktu setengah jam atau sekitar empat lagu untuk dimainkan. Tapi karena datang terlambat, Detik akhirnya cuma dapat kesempatan main dua lagu. Pengalaman ini ternyata lumayan dalam buat mereka, karena sebagai band yang masih mencari nama seharusnya kejadian diatas jangan sampai terjadi.Pengalaman pahit gara-gara telat terjadi lagi waktu Detik diundang oleh salah satu radio anak muda untuk diinterview. Berhubung interviewnya pagi hari, ketujuhnya pada telat bangun dan berangkat ke radio itu dengan tidak membawa satu alat musik apapun. Begitu sampai, untungnya tepat waktu, ternyata mereka baru tahu kalau mereka seharusnya bawa gitar kopong. Karena selain di interview, mereka juga harus nyanyi satu lagu. "Pengalaman gagal itu sempat membentur hati kita semua," curhat Regi. "Kita pulang dengan tangan kosong. Setelah gagal diinterview di radio, kita jadi ngertilah kalo ke radio harus bawa gitar kopong," tambah Dana yang juga ngerasa BT karena gagal diinterview cuma karena nggak bawa gitar.Tapi kegagalan diinterview nggak bikin mereka patah semangat pastinya. Apalagi waktu main di Invibas (Invitasi Band Antar Sekolah), Detik sempat dapat unggulan kedua Jakarta. Karisma, drummer mereka, juga dapat gelar drummer terbaik se-Jakarta.Detik yang latihan setiap satu minggu sekali ini, lagi nyoba untuk ngebuat lagu ketiga mereka. Di hari kedua My Zone besok, kita lihat kayak apa anak-anak Detik kalau bikin lagu bareng. Ciao (eny/)











































