"Aku ingin berkarya aja. Banyak yang tanya kapan nyanyi lagi. Insya Allah album ini digarap cukup baik," terang Ita yang ditemui di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2008) malam.
Dengan gaya khas bandana dan poninya, Ita mengaku tak memikirkan persaingan di pasar musik. "Cuek saja, yang penting musiknya bisa dinikmati semua orang," imbuhnya. Album ke-13-nya itu akan lain daripada yang lain. Nafas religi dipilih oleh musisi kelahiran 15 Juli 1967 itu. Jika tak ada aral melintang, Ita akan segera merilis album religi pertamanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan yang menikah Oktober 1995 silam itu mengaku sebagai fans berat pelantun 'If We Hold On Together' tersebut. Apalagi Dwiki yang juga seorang komposer. "Lagu-lagunya sweet. Tapi bobot harmonisasinya luar biasa. Pada saat menyanyi selalu total," pujinya.
(dit/dit)











































