Disomasi Eks Manajer Ratu
Minta Maaf? Ahmad Dhani Pikir-pikir Dulu
Selasa, 05 Des 2006 16:08 WIB
Jakarta - Surat somasi dari mantan manajer Ratu, Vitalia Ramona telah diterima Ahmad Dhani. Dalam tuntutannya, Vita meminta pentolan Dewa 19 itu untuk minta maaf kepadanya. Dhani minta maaf? "Pikir-pikir dulu lah."Ahmad Dhani memang terkenal dengan sikap arogansinya. Jika diminta untuk melayangkan permohonan maaf, pastinya hal ini akan sangat mengejutkan. Tapi Vita, mantan manajer Ratu bersikeras lewat surat somasinya.Jika dalam waktu 7 hari tak meminta maaf padanya, Vita akan menuntut Dhani lewat jalur hukum dengan pasal pengancaman, pencemaran nama baik dan pengrusakan barang. Surat somasi Dhani telah diterima oleh pengacaranya Habib Umar Husein.Mengenai peristiwa pengancaman, Umar mengatakan hal itu sebagai permasalahan yang tak logis. Pengancaman yang dilakukan Dhani bersifat tidak mungkin. Sedangkan soal pengrusakan handphone Umar menegaskan lagi-lagi Dhani punya alasan yang kuat untuk peristiwa itu."Peristiwa itu adalah aksi reaksi. Tanpa ada sebab terus barang orang dihancurin. Dhani tidak gila. Dhani meminta Vita agar tidak ke rumah dia. Ternyata vita ini tetap datang. Itu kan rumah Dhani. Vita tak mengindahkan perkataan Dhani," ujar Umar Husein ketika dihubungi detikhot, Selasa (5/12/2006).Begitu juga dengan pencemaran nama baik. Umar mengatakan bahwa Ratu sepenuhnya milik Dhani, Vita hanya dititipi mengurus Ratu untuk sementara. Vita mengundurkan diri dengan sendiri, Dhani tak pernah membuat pernyataan tak menyenangkan mengenai Vita selama ia mengurus Ratu. Per 1 Desember 2006, Vita telah mengundurkan diri, tapi ternyata pengunduran diri Vita disertai surat somasi yang kemudian dialamatkan kepada Dhani.Walau demikian, kuasa hukum Dhani tak menganggap sepele somasi yang diajukan Vita ini. Tim hukum Dhani akan meneliti lebih jauh permintaan Vita. Namun untuk masalah permintaan maaf yang dipermasalahkan Vita, Umar pun belum mau banyak bicara."Nanti pasti ada klarifikasi. Lihat saja dalam waktu 7 hari. Kita pikir-pikir dulu," tutup Umar. (yla/yla)











































