Tri Suaka Ngaku Nggak Terganggu dengan Berita Simpang Siur Tentangnya

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 10 Jun 2022 20:32 WIB
Tri Suaka luncurkan single baru.
(Foto: ist.) Tri Suaka Ngaku Nggak Terganggu dengan Berita Simpang Siur Tentangnya
Jakarta -

Penyanyi Tri Suaka menanggapi perihal dirinya yang kerap disindir banyak orang. Apalagi baru-baru ini ia disebut telah menyanyikan lagu milik Dadali tanpa izin.

Kasus tersebut mencuat dan membuat nama Tri Suaka ramai dibicarakan lagi.

Karena hal itu Tri Suaka pun diminta membayar royalti sebesar Rp 2 miliar. Namun Tri Suaka telah menyerahkan kasus ini pada kuasa hukumnya.

Menegaskan soal kondisi dirinya yang terus terseret kasus dan dihujat, Tri Suaka mengaku tak terganggu. Ia justru mengucap rasa syukur.

"Nggak (terganggu), alhamdulillah," ujar Tri Suaka di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).

Saat ditanya lebih lanjut Tri Suaka menegaskan kalau ia tak peduli dengan hujatan yang terus menimpa dirinya. Ia sangat tidak peduli dengan hal itu.

Tri Suaka menegaskan bahwa dirinya memang seperti ini dan tak peduli orang berkata apa tentangnya.

"Istilahnya gini, terserah orang mau bilang apa, pada intinya aku ya, aku seperti ini," jelasnya.

"Orang mau fitnah sana sini, ya terserah," tegas Tri Suaka.

Sebagai tambahan informasi, Tri Suaka di somasi Dirga Dadali terkait hal tersebut. Tri Suaka diminta meminta maaf kepada Dirga Dadali.

Sementara itu somasi pada Tri Suaka ini diberi batas waktu selama satu minggu saja.

Jika Tri Suaka tak memberikan jawaban atau itikad baik maka Dirga akan melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum.

"Yang perlu disampaikan adalah menyampaikan secara tegas kepada Tri Suaka untuk segera mungkin meminta maaf kepada grup band Dadali khususnya kepada Kang Dirga ya terhadap kerugian ya dari hasil yang sudah di dapatkan. Kemudian segera dibicarakan ya," jelas Genuari Waruwu selaku kuasa hukum Dirga Dadali.

"Kami memberikan waktu selama satu minggu. Kalau memang ditanggapi berarti kami nggak akan ke jalur hukum. Karena kami berpikir bahwa hukum itu adalah langkah terakhir gitu ya," tegas Genuari.

(pig/aay)