Konser Anggun
Aaah...Anggun, Kamu Komplit!
Jumat, 26 Mei 2006 14:49 WIB
Jakarta - Dengan vokal powerfull, gaun sebatas pangkal paha, plus tawa manja saat berulang kali berkata "Monggo", Anggun sukses memuaskan ribuan penonton konsernya, Kamis (25/5/2006) malam. Konser bertajuk 'Padamu Negeri' itu digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, mulai pukul 21.00 WIB. Bentangan kain putih yang tadinya menggantung menutupi panggung dengan seketika terlepas. Penyanyi yang dulu terkenal dengan gigi gingsulnya itu membawakan lagu 'Kembali'. Gemuruh tepuk tangan langsung membahana di area berkapasitas 5000-an penonton itu.Mereka bukan hanya terpukau oleh suara Anggun, tapi juga oleh gaun rancangan desainer dalam negeri, Priyo. Gaun berwarna merah berpotongan super mini disertai juntaian kain yang juga berwarna merah membuat ribuan pasang mata enggan berkedip. Apalagi ketika blower di bagian bawah panggung meniup tubuh Anggun. Seketika, juntaian-juntaian kain di gaun tersebut terangkat tanpa ampun. Aih..mirip pose terkenal Marylin Monroe. Klik! Jepret! Penonton berkamera atau yang memiliki fasilitas kamera di ponselnya pun langung mengabadikan penampilan seksi Anggun itu. Anggun baru menyapa penggemarnya saat lagu kedua, 'Evil and Angel' usai dilantunkan. "Selamat malam. Apa kabar," sapa Anggun dengan lembutnya. Pemilik rambut panjang ini sedikit bercerita soal perjalanan karirnya di negeri seberang. Ia bilang, meski sudah sering tampil di berbagai negara, namun menyanyi di negeri sendiri lah yang paling membuat dirinya merasa deg-degan. Usai bertegur sapa, penyanyi yang dulunya diembel-embeli C. Sasmi ini kembali unjuk kemampuan tarik suara. Tanpa cela, ia membawakan 'Undress Me', 'Still Remember Me', 'Breath in Water', 'Cover', Captivity' dan 'Snow on the Sahara'. Lucunya, setiap kali mau masuk ke lagu berikutnya, Anggun selalu berkata kepada band pengiringnya, "Monggo". Padahal keempat anggota band bukan made in Indonesia. Tapi dengan tawa manja dan desah suara, siapa juga yang tak mau 'dimonggo-monggo' oleh Anggun. Tawa Anggun, juga penonton, kembali berderai saat Anggun beberapa kali menggunakan istilah-istilah jadul. Maksud hati baik. Anggun ingin mengajak penonton di kursi VIP untuk bergoyang. Tapi ajakan Anggun dituturkan lewat bahasa yang sudah lewat masanya. "Kalau capek duduk, nanti boleh lho berdiri untuk jojing. Aduh, kok jojing ya. Hahahaha..." tawa Anggun sambil menutup mukanya yang disambut gerr penonton. Sudah kepalang basah, Anggun pun unjuk kebolehan meracau dengan bahasa yang kondang di jamannya Catatan si Boy. Dari 21 lagu yang dibawakan, lebih setengahnya datang dari album internasional Anggun. Menurut pemantauan detikhot di lokasi konser, hanya sedikit penonton yang hafal mati lagu-lagu Anggun yang berbahasa Inggris. Tapi, dengan kemampuan mengolah vokal diiringi permainan musik yang apik, juga komunikasi ke penonton yang tak terputus, penonton Anggun dipastikan tak menyesal harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk membeli tiket. Tembang-tembang lawas? Tentu saja dibawakan! Sebut saja 'Bayangan Ilusi', 'Laba-laba', 'Mimpi', 'Gaya remaja', dan yang paling melegenda, 'Tua-tua Keladi'. Dia bilang aku cantik, Dia pun bilang ku menarikDia bilang body ku asik, Hingga dada ini deg deg anMulut lelaki katanya selalu begituApalagi dia yang masih suka dengan gadis remajaEngkau lupakan anak cucumu, hanya demi kenikmatanHarga dirimu bahkan terbuang, Yang ada hanya rayuanMengaku bujangan kepada tiap wanitaTernyata cucunya segudangAnggun tak hanya bernyanyi. Di beberapa lagu, ia menyempatkan diri bermain piano. Dan yang tak kalah berkesan, Anggun juga sempat membagi-bagikan tujuh topi baret merah yang dulu bisa dibilang adalah identitasnya. Vokal powerfull, musik apik, penampilan seksi, canda tawa, aaah... Anggun, konser kamu komplit! (ine/)











































