Chris Martin Ternyata Pernah Jaga Supermarket hingga Dituduh Maling

Asep Syaifullah - detikHot
Minggu, 19 Des 2021 17:32 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 23: Chris Martin of Coldplay performs live at The Apollo Theater for SiriusXM and Pandoras Small Stage Series in Harlem, NY on September 23, 2021 in New York City.   Theo Wargo/Getty Images for SiriusXM/AFP (Photo by Theo Wargo / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Chris Martin Foto: Getty Images via AFP/THEO WARGO
Jakarta -

Ada banyak kisah yang dialami para musisi sebelum akhirnya bisa menikmati puncak ketenaran. Jika Freddie Mercury sempat menjadi petugas kargo di bandara, maka Chris Martin pernah menjadi pekerja di sebuah supermarket.

Selain itu juga ada kisah buruk yang beredar saat dirinya bekerja di sana yakni sang vokalis Coldplay itu dituding mencuri uang sebesar 30 Poundsterling atau sebesar Rp 597 ribu.

Hal itu diceritakan oleh mantan manajernya di supermarket Kwik Save dan menjadi sebuah cerita umum layaknya legenda urban selama ini.

Kini Chris Martin buka suara terkait kejadian tersebut. Ia pun mengingat jika dirinya memang pernah bekerja di Kwik Save pada era '90-an.

"Aku pernah bekerja di Kwik Save pada 1990-an...Aku tak minum (alkohol) dan merokok ataupun berjudi, jadi mereka menaruhku di bagian alkohol dan rokok di mana mereka juga menjual scratch cards dan entah kenapa membuat diriku dikeluarkan," kenangnya kala diwawancarai BBc Radio 2.

Namun dirinya tak lama bekerja di sana karena pada hari pertamanya ia langsung dituduh mencuri dan dikeluarkan dari supermarket tersebut.

"Hanya manajerku saja yang ingat tentang itu, ia menuduhku mencuri pada hari pertamaku di sana. Ia mengatakan jika ada kekurangan 30 pounds dan tak membiarkan hal itu terjadi lagi dan aku tak akan berani melakukannya (mencuri)," tuturnya.

Mantan suami Geyneth Paltrow itu pun membantah jika dirinya sempat melakukan apa yang dituduhkan sang manajer.

"Aku tak mencuri sama sekali, aku ingin kabar tersebut menjadi jelas," terangnya.

Setelah kejadian tersebut Chris Martin pun membuat grup band bernama Coldplay pada 1996. Bersama Johnny Buckland, Guy Berryman dan Will Champion yang ditemuinya di University Collage London mereka membentuk band tersebut.

Kini Coldplay menjadi salah satu band yang paling ternama di seluruh dunia saat ini. Konser dunia mereka pun laris manis pada 2016 lalu dan disaksikan lebih dari 5,39 juta orang.

Namun ternyata semua kesuksesan dan predikat bintang seolah sirna saat Chris Martin menjalani masa karantina. Ia pun merasa dirinya bukanlah seorang bintang pop yang dielu-elukan lagi tanpa adanya konser.

"Tahun lalu membuat mataku benar-benar terbuka. Aku merasa siapakah diriku tanpa Wembley Stadium, apakah aku cukup keren tanpa (manggung)? Saat ini aku mencoba untuk menjalani hidup jauh dari predikat sebagai bintang pop," pungkasnya.

(ass/dar)