Susah Payah Andika Babang Tamvan Rintis Karier: Jaga Sendal-Jadi Kuli

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 26 Nov 2021 18:29 WIB
Andika Mahesa saat ditemui di studio Trans TV.
Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

Nama Andika Mahesa kini sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat. Andika Mahesa yang merupakan mantan vokalis Kangen Band sejak kemunculannya dahulu di dunia musik selalu mencuri perhatian.

Banyak orang mendengar segelintir cerita mengenai masa lalu Andika Mahesa. Ada yang bilang Andika Mahesa pernah jualan es cendol sampai menjadi kuli bangunan.

Rupanya hal itu tidak salah. Pemilik nama panggung Babang Tamvan itu memang pernah menjalani pekerjaan tersebut sebelum namanya terkenal sebagai vokalis Kangen Band.

Bagi Andika Mahesa, perjalanan kariernya hingga saat ini diawal karena sebuah keberuntungan. Awalnya, Andika hanya sahabat dari Dodhy, salah satu personel Kangen Band.

Saat itu Dodhy meminta Andika Mahesa menemaninya latihan band. Andika Mahesa diminta untuk menjaga sandal Dodhy dan teman band lainnya.

"Ini gue potong, itu juga salah satu hoki. Jadi gue ini sebenarnya, gue tukang jaga sendal," ujar Andika Mahesa, dikutip detikcom dari tayangan YouTube milik Gofar Hilman, Jumat (26/11/2021).

"Jadi kalau Dodhy itu kan akrab bener sama gue. Jadi, kalau dia latihan, gue jaga sendal. Karena di Lampung danger cuy, motor aja hilang. Mata melengah, sudah nggak ada nih motor," lanjut Andika Mahesa.

Lanjut mengenai pengalaman bekerja Andika Mahesa sebelum berkiprah di dunia musik. Andika Mahesa membenarkan lagi jika dahulu ia pernah menjadi kuli bangunan.

Pekerjaan itu dipilih Andika Mahesa karena membutuhkan uang untuk kehidupannya sehari-hari.

Andika Mahesa saat ditemui di kawasan Trans TV.Andika Mahesa saat ditemui di kawasan Trans TV. Foto: Palevi S/detikFoto

Selain itu, Andika Mahesa juga membutuhkan uang untuk ikut rekaman dengan Dodhy dan bandnya dengan membayar uang sebesar Rp 300 ribu.

Merasa tak bisa terus menerus bangun pagi, Andika Mahesa akhirnya menyerah menjadi kuli bangunan. Alhasil, ia memilih untuk berjualan es cendol sebagai salah satu cara baru mendapatkan uang.

"Gue di bangunan (kuli) dipecat karena nggak bisa bangun pagi. Akhirnya gue dagang es, agak mendingan. Dagang es cendol dawet bisa jam 10 gue bangun, masih agak santai," cerita Andika Mahesa lagi.

"Akhirnya gue berangkat, dagang es, kurang lebih gue satu hingga dua bulan, terkumpul uang itu, akhirnya gue rekaman sama Dodhy," lanjutnya.

Setelah Andika Mahesa dan Dodhy berhasil masuk dapur rekaman, mereka juga perlu berusaha lagi untuk memasarkan lagunya. Mereka bekerja keras lagi sampai manggung kecil-kecilan di sebuah kafe dengan bayaran Rp 50 ribu.

Lanjut mengenai pemasaran lagu, Andika Mahesa rupanya mencampurkan lagunya dengan band papan atas lainnya seperti Dewa 19, Peterpan, hingga Ungu, dalam satu CD.

Ia pun menjualkan kepingan CD itu ke dalam angkutan umum di Lampung. Antusias pembeli saat itu sangat tinggi. Andika Mahesa merasa berhasil, lagunya terjual karena diselipkan dengan hasil karya musisi ternama.

"Hasil rekaman gue itu, gue bawa ke rumah, CD kosong, gue burning, gue jual sendiri ke angkot-angkot Rp 10 ribu. Jadi, gue campur-campur. Kayak lagunya Paterpan, Ungu, gue campur-campur," lanjut Andika.

"Jadi gue settingnya, paling atas lagu Paterpan, lagu Ungu, lagu Dewa 19, lagu gue. Sudah gue urut begitu aja cuy hahahaha sekelas artis," jelas Andika.



Simak Video " Masalah Selesai! Tri Suaka Temui Andika Kangen Band di Lampung"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/dar)