Nggak Mau Pergi ke Bulan Jadi Alasan Jamrud Selalu Buat Lirik-Lirik Jenaka

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 25 Nov 2021 14:38 WIB
Vokalis band Jamrud Krisyanto beraksi pada konser Jamrud Perspective di Studio Sepat 72, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Konser yang digelar untuk merayakan 25 tahun jamrud berkarya tersebut dilakukan secara daring dan luring serta sekaligus untuk meluncurkan lagu terbaru berjudul Arogan dan Ea Eo. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA
Jakarta -

Grup band legendaris Jamrud sejak dulu dikenal dengan lagu-lagunya dengan lirik nyeleneh. Tak sedikit juga menyebut lirik dari lagu-lagu Jamrud terkenal jenaka dan dianggap unik.

Tentunya Jamrud memiliki alasan yang logis mengenai hal tersebut. Jamrud bahkan tetap mempertahankan ciri khas mereka sepanjang karier hingga saat ini.

Azis MS selaku gitaris Jamrud pun mengungkapkan, ide pertama bandnya itu dalam membuat lagu karena melihat potret masyarakat yang ada.

Jamrud lalu menuangkan hal-hal tersebut dalam sebuah lirik yang jenaka dan nyatanya diterima banyak penikmat musik.

"Ya tetap dari potret masyarakat aja (konsep pembuatan lirik lagu)" ujar Azis MS saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

"Jamrud itu kan memang lagunya kebanyakan dari apa yang kita lihat, dengar. Ya kita tuangkan ke lagu. Potret masyarakat aja yang ketangkep (dipikiran)" lanjut Azis MS.

Azis MS melanjutkan, alasan utama Jamrud membuat lirik tersebut karena dianggap paling mudah dan ringan dikerjakan.

Sambil berseloroh, Azis MS bahkan mengandaikan seperti tak perlu pergi jauh-jauh ke bulan.

"Mungkin itu yang paling ringan kali ya. Jadi kita nggak perlu berpikir jauh ke bulan," jawab Azis MS sambil berseloroh.

"Ya bukan khayalan lagi yang maksudnya nggak mungkin terjadi," tambahnya.

Mengenai lagu-lagu perihal percintaan seperti banyak musisi pada umumnya dianggap tidak cocok bagi imej Jamrud. Hal itu juga diungkapkan Azis MS.

"Menceritakan hal yang terlalu umum kayak percintaan, putus, selingkuh, pacaran, kita kurang cocok di hal-hal kayak gitu. Kita maunya apa yang kita tangkap, real, menurut kita bagus, 'wah cocok nih' jadi lagu," papar Azis.

Azis MS menegaskan lagi, Jamrud memang sejak awal sudah sepakat akan terus mengusung tema-tema dalam potret masyarakat pada lagu mereka.

Potret-potret masyarakat yang biasa diambil untuk menjadi lagu oleh Jamrud dapat dikatakan sangat dekat dengan pendengarnya. Sehingga, Jamrud hingga saat ini tak kehilangan pendengar.

Hal itu terbukti dari lagu Selamat Ulang Tahun dan Surti-Tejo. Lagu tersebut hingga kini sangat tidak asing di telinga masyarakat. Jamrud berhasil menciptakan lagu yang dapat didengar kapan saja dan mudah diingat orang lain.

"Makanya kita cari yang nggak umum. Kayak pacaran di sawah, kalau telat tiga bulan juga sebenarnya kan umum ya, tapi kita ambil dengan tafsir kita," tutur Azis MS.



Simak Video "A Virtual Music Celebration : Kunto Aji X Jamrud"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/wes)