ADVERTISEMENT

Gentle Bones dan Gamaliel Buktikan Santai Tak Selamanya Buruk

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 06 Agu 2021 15:04 WIB
Gentle Bones
Foto: dok. Cross Ratio Entertainment/ Gentle Bones
Jakarta -

Menunda-nunda dalam melakukan pekerjaan atau yang kerap disebut sebagai procrastination kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Tapi rupanya hal itu dimaknai lain oleh musisi asal Singapura, Joel Tan atau yang biasa dikenal dengan nama panggung Gentle Bones.

Gentle Bones merilis single berjudul Positive Procrastination. Dalam lagu itu, dia menggandeng musisi Indonesia, Gamaliel Tapiheru.

Positive Procrastination adalah lagu yang bertujuan untuk merayakan waktu yang dinikmati dengan tidak tergesa-gesa. Inspirasi dari lagu itu datang ketika pandemi virus COVID-19 berlangsung di sejumlah negara. Orang-orang diharuskan berada di rumah dan beradaptasi dengan kebiasaan baru demi memperlambat penularan virus.

Di saat itu, industri musik terbilang harus beristirahat sejenak. Sebagai musisi, Gentle Bones turut merasakan hal itu. Pengalaman itu akhirnya mengilhaminya dalam menulis Positive Procrastination.

"Lagu ini sebenarnya tentang apa yang kami, para musisi, pelajari ketika pandemi berlangsung. Kami kehilangan banyak kesempatan untuk tampil dan berkarya di luar rumah. Apa yang bisa kami lakukan hanyalah menulis lagu dari rumah. Ini kemudian menjadi titik balik bagiku, sebagai seorang musisi, untuk tetap merilis lagu meski segala sesuatunya harus dilakukan dari rumah," ujar Gentle Bones dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

"Menurutku itu bagian dari berkah ketika kita tetap bisa menulis musik, tapi juga memiliki waktu untuk bersantai dan beristirahat. Aku rasa dengan itu, (inspirasi membuat) musik bisa muncul begitu saja," sambung dia.

Pria kelahiran 23 Maret 1994 itu mengatakan, meski dirinya dan Gamaliel terpisah jarak dua negara, penggarapan lagu tersebut terbilang lancar.

GamalielGamaliel. Foto: dok. Sony Music Entertainment Indonesia/ Gamaliel

"Aku rasanya lagunya berproses secara organik. Proses penggarapan lagu ini sejenis musik yang kamu dengan tidak dengan terburu-buru, jadi prosesnya sangat lancar. Ketika mengirimkan demonya ke Gamaliel, aku berharap dia bakal suka. Ternyata dia suka dan bersedia berkolaborasi," cerita Gentle Bones.

"Aku rasa ada lebih banyak hal yang mengejutkan ketimbang hal menantang. Karena lagu ini benar-benar muncul begitu saja," lanjutnya.

Gamaliel pun bercerita, ketika merekam lagunya, ia harus pergi ke studio rekaman karena rumahnya tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat rekaman. Sebenarnya, dirinya merasa takut harus rekaman di luar rumah padahal pandemi virus Corona masih berlangsung.

"Aku rasa itu adalah tantangan untukku karena aku sangat takut untuk keluar rumah saat itu. Untungnya kami merekam pada Februari sebelum aturan PPKM diberlakukan kembali dan angka lebih tinggi lagi. Sehingga, aku rasa saat itu adalah saat yang tepat untuk merekam lagu," jelas Gamaliel.



Simak Video "16 Ribu Musisi Pecahkan Rekor untuk Konser Terbesar di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT