Mau Berkontribusi di Tengah Pandemi, Sandy Canester Pilih Bersuara Lewat Lagu

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 02 Agu 2021 16:40 WIB
Sandy Canester
Foto: dok. Sandy Canester
Jakarta -

Sandy Canester merilis Semoga Cepat Berakhir. Lagu itu berangkat dari kondisi pandemi virus Corona yang belum juga berakhir dan ramainya perdebatan di media sosial mengenai hal itu.

Menurut Sandy Canester, Semoga Cepat Berakhir adalah doa agar pandemi segera berlalu. Selain itu, lagu itu juga dimaknainya sebagai ajakan untuk menyudahi perselisihan dan mulai bersatu, bahu membahu untuk memperbaiki kondisi yang ada.

Pria kelahiran 9 Januari 1980 itu merasa, sebagai musisi, lagu adalah medium yang paling tepat untuk dirinya mengutarakan isi hatinya.

"Pada akhirnya gue, sebagai penikmat musik, pembuat musik, gue harus menyuarakan apa yang ada dalam kepala gue, kalau itu sifatnya kebersamaan, ngomongin negara, gue harus lewat lagu. Karena kalau gue ber-statement yang terlalu jauh, gue bukan expert di bidang itu. Gue kan musisi, ya sudah gue main musik saja. Kalau gue mau ngomong sesuatu lewat musik," ungkap Sandy Canester dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Proses kreatif dari penulisan Semoga Cepat Berakhir pun terbilang berjalan relatif singkat. Lirik dari lagu itu mengalir begitu saja. Sedangkan musiknya ia peroleh dalam jangka waktu empat hari.

Tema mengenai lagu itu dia temukan lebih dulu baru kemudian nadanya. Akan tetapi, nada untuk bagian lirik, "Berjuanglah, terus berjuang" ia temukan secara tidak sengaja ketika ia tengah berada di kamar mandi.

"To be honest, gue dapet notasi, pada saat ada trigger, gue mencerna dulu di kepala, gue ambil sudut mana ya, apa yang mau gue sampein. Pada saat gue mendapatkan yang tema nih, gue biasanya cari nada. Misalnya udah ada kata, "Semoga cepet berakhir", sampai akhirnya gue dapet lah "Berjuanglah" di toilet," ceritanya.

Sandy Canester mengaku dirinya sengaja membuat musik dari Semoga Cepat Berlalu dengan instrumen gitar agar bisa dinyanyikan banyak orang dengan mudah. Namun, dirinya pun tetap memasukkan ciri khas dirinya dalam lagu.

"Pada saat gue mau aransemen musik, gue berpikir kalau lagu ini durasinya nggak panjang, ini bukan lagu komersil, ini lebih ke movement, ini lebih ke pergerakan yang ada di kepala gue. Musiknya beberapa kali gue ubah agar serakyat mungkin lah musiknya," jelasnya.

Oleh karena itu, dalam prosesnya, Sandy Canester mencoba memainkan gitarnya dengan dua cara yang berbeda, yakni dengan dipetik dan dengan cara strumming (digenjreng).

"Sebelumnya gue ingin lagu ini yang menjadi lagu-lagu rakyat , supaya pesannya nyampe ke siapapun. Tapi gue kayak ngerasa notasi versenya aja bukan gue, bukan notasi gue, tapi notasi ini mewakili kata berjuanglah, semangatlah, bersatulah," kata dia.

"Hari kedua gue merasa harus ada guenya, harus ada Sandy Canester-nya. Makanya gue putuskan verse satu sampai chorus gue petik, berikutnya baru gue strumming (genjreng)," sambungnya.



Simak Video "Tanggapan Pihak Medina Zein yang Berkali-kali Dilaporkan ke Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)