White Shoes & the Couples Company Buka Cerita di Balik Penggarapan 2020

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 08 Apr 2021 08:40 WIB
White Shoes & the Couples Company (WSATCC)
Foto: Reza Fauzi / dok. White Shoes & the Couples Company
Jakarta -

Tepat di antara penghujung tahun lalu dan pembuka tahun ini, White Shoes & the Couples Company mengeluarkan album bertajuk 2020. Butuh jarak 10 tahun sejak terakhir kali band asal Jakarta itu merilis Vakansi di 2010 untuk mereka mengeluarkan album ketiga.

Dalam konferensi pers virtual, Ricky Virgana mengatakan hal itu bukan tanpa kesengajaan. Ada berbagai hal yang harus dikerjakan oleh masing-masing personel White Shoes & the Couples Company hingga akhirnya dapat mengerjakan album kembali.

Mereka memulai proses pembuatan album tersebut pada akhir 2019. Album itu rampung dibuat pada September 2020 sebelum akhirnya dirilis di ujung tahun.

Tekad mereka untuk membuat album bulat ketika terlibat membuat musik untuk produksi drama teater Perempuan-Perempuan Chairil garapan Titimangsa Foundation. Lagu yang pertama kali tercipta dalam album itu adalah Hidup Hanya Sekali yang menjadi lagu tema dari drama tersebut.

"10 tahun itu sebenernya White Shoes & the Couples Company lumayan sibuk ngurusin (banyak hal), kami main di festival luar pasti, lalu ada satu project. Pasti perjalanannya melakukan ini, melakukan itu. Pertama kali kepikiran rekaman itu tahun 2016, tapi yang paling terpikir itu pas kami diajak kerja sama dengan Titimangsa untuk project-nya Perempuan-Perempuan Chairil di 2017," ujar Ricky.

"Itu lagu pertama yang jadi, akhirnya baru terealisasi masuk studio pertama tahun 2019. Habis itu kan terhenti karena pandemi, kami baru mulai lagi di Juli akhir (2020), padahal niatnya di Juli sih udah rilis. Tapi sebelum 2019 masuk studio sih sudah bikin sketch dulu," kenang Ricky lagi.

Setelah menulis Hidup Hanya Sekali, para personel White Shoes & the Couples Company pun akhirnya memikirkan arah dan nuansa yang akan mereka usung dalam album mereka. John Navid kebetulan saat itu tengah tertarik untuk membuat lagu dari instrumen musik mainan.

Selepas mengutarakan keinginannya itu, para personel White Shoes & the Couples Company pun sepakat akan membuat album yang penuh dengan eksperimen. Variasi Barongko adalah lagu awal yang mereka ciptakan ketika ide itu tercetus.

"Kami lagi duduk, album ini sebenernya mau dibawa kemana, ini sebenarnya sudah bebas saja kami mau ngapain, mau kemana, ya enaknya kami saja . Si John ada ide mau bikin lagu yang semuanya dari mainan. John sudah banyak beli alat-alatnya, dia ada ide itu terus dia bilang, gue langsung mikir, oh berarti eksperimental itu. Lagu yang pertama kali jadi Variasi Barongko," cerita Ricky.

Meski ide awal untuk bereksperimen dalam album hadir karena keinginan John Navid untuk membuat lagu dari mainan, tapi hal itu rupanya tidak terealisasikan di album tersebut.

"Sebenarnya instrumen mainan itu ide awal, tapi (di album 2020) kamu belum realisasikan. Tapi kami masukin instrumen tradisional, itu ada kenong dan gendang sunda," jelas Ricky.



Simak Video "Penampilan White Shoes and Couples Company yang Selalu Nyentrik"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)