3 Jawara EMPC 2020 Gandeng Kamasean hingga Charita Utami

Dicky Ardian - detikHot
Senin, 29 Mar 2021 13:27 WIB
EMPC 2020
Foto: EMPC 2020
Jakarta -

Tiga produser muda, Tebedayeng, Ryuzaki Rama dan Quickbuck, baru saja merilis masing-masing sebuah karya baru. Tidak tanggung-tanggung mereka menggandeng musisi hebat lainnya untuk karya tersebut.

Dari siaran pers yang disampaikan, mereka merilis 3 lagu berbeda, yaitu Let You Go, I've Found dan Take Me.

Saat penggarapannya, mereka berkolaborasi bersama RayRay (Female DJ peringkat 16 dunia Djane Top 100 pada 2020), Kamasean Idol dan Charita Utami yang dikenal sebagai vokalis band Midnight Quickie.

"Saya kaget hasilnya bisa sebagus ini, karena suara Kamasean keren banget dan bikin lagu I've Found punya warna baru. Saya senang dapat berkolaborasi degan Kamasean yang karena dia sangat professional dan juga kooperatif, sehingga proses recording dapat berjalan lancar sekali," tutur Rama.

Yang menarik, tiga lagu tersebut dirilis secara bersamaan pada 19 Maret 2021. Lahirnya lagu-lagu tadi sekaligus menjadi reward bagi Tebedayeng, Ryuzaki Rama dan Quickbuck setelah menjadi juara di ajang Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2020 yang digelar oleh Iceperience.id.

Terpilihnya mereka sebagai juara adalah hasil penilaian juri-juri yang sudah tidak perlu lagi diragukan kemampuannya, seperti Dipha Barus, Winky Wiryawan dan Eka Gustiwana. Bahkan ajang itu juga melibatkan DJ bertaraf dunia, Yellow Claw.

Mereka dinilai sebagai yang terbaik dari total 490 produser musik. Mereka menyetor karya total 576 track lagu yang sudah didaftarkan.

Menurut Dipha Barus, pemenang adalah hasil dari kurasi ketat.

"Ratusan track yang masuk ke EMPC itu cukup mumpuni dan kami selaku juri cukup kesulitan untuk mengkurasinya. Namun karena memang ada standart penilaian dan melihat dari kematangan hasil track tersebut, para juri telah menentukan Tebedayeng, Rama dan Quickbuck sebagai tiga terbaik. Bukan hanya urusan teknis bermusik, pada saat berjalannya EMPC dari awal hingga akhir banyak program yang dapat menjadi bekal para finalis untuk mampu eksis di industri. Mulai dari bagaimana mereka mempromosikan diri dan karya, wawasan seputar musik, hingga setiap detail yang mungkin belum banyak diketahui oleh finalis," papar Dipha Barus.

(dar/dar)