Icebox Wadah Kolaborasi Musisi di Tengah Pandemi

Prih Prawesti Febrian - detikHot
Minggu, 14 Feb 2021 18:34 WIB
Tangkapan layar jumpa pers virtual Icebox.
Foto: Tangkapan layar jumpa pers virtual Icebox.
Jakarta -

Pandemi Corona saat ini memang sangat menghantam semua sisi. Semua sektor industri juga terkena dampak lantaranpandemi Corona yang hingga saat ini masih terus berlangsung.

Begitu juga dengan pelaku seni di Indonesia. Mereka semua juga mengalami hal yang sama. Untuk bisa tetap berkarya di tengah pandemi Corona, Iceperience.Id membuat satu proyek musik bernama Icebox.

Dalam proyek ini nantinya menjadi salah satu wadah di mana mereka-mereka yang memiliki talenta musik Tanah Air diharapkan untuk tetap berkarya.

Tak hanya sendiri, di sini juga nantinya semua yang memiliki talenta bisa berkolaborasi dan nantinya karya mereka bisa dinikmati oleh banyak orang. Icebox dirancang menjadi sebuah panggung yang berbeda dan satu hal yang hal baru di dunia musik Tanah Air.

"Salah satu gagasan utama dari Icebox adalah terbuka bagi semua jenis musik dan memungkinkan terjadinya kolaborasi musik lintas genre. Karena sejak awal kami menginginkan agar bermunculan karya-karya kolaborasi yang unik, punya kekuatan dan diferensiasi dengan pakem-pakem musik yang ada selama ini. Dengan Icebox kami juga mendorong musisi-musisi Indonesia dengan karya original mereka untuk terus berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi lagi," terang perwakilan dari Iceperience.Id, Sigit Diopsaputra saat jumpa pers virtual belum lama ini.

Tentunya, musisi yang ingin terlihat harus mengajukan konsep mereka yang unik dan kreatif mungkin. Akan ada tim kurator nantinya yang tak lain mereka terdiri dari musisi berpengalaman untuk melihat setiap konsep yang diajukan. Kegiatan ini juga sama sekali tidak dipungut biaya sepeserpun.

"Icebox itu wadah untuk sharing dan berkolaborasi, menyatukan visi dan misi. Icebox tidak menutup mata untuk satu elemen musik atau genre musik. Kita semua bisa membuat sesuatu yang besar. Sekarang sudah bukan lagi zaman berkompetisi melainkan kolaborasi," jelas Manshur Praditya, yang sudah memperlihatkan proyek perdana kolaboratif antara produser musik dan DJ multitalenta Alffy Rev.

Manshur Praditya adalah musisi kontemporer yang menempatkan kebiasaannya terhadap instrumen angklung.

Alffy Rev juga mengatakan proyek bersama Manshur ini adalah sebuah sesuatu yang berbeda.

"Yang pasti ini merupakan wadah yang meman bisa mempertemukan banyak musisi untuk berkolaborasi lintas genre. Ini merupakan movement penting bagi kemajuan industri musik di Indonesia," jelas Alffy.

Tak hanya kolaborasi itu saja, karya lain juga datang dari Vicky Mono Burgerkill dengan DJ Sihk. Vicky mengisi vokal dalam dentuman beat yang dihasilkan oleh DJ Sihk.

"Prosesnya sangat menarik terutama di bagian aransemen musik. Bayangkan saja dari genre metalcore, harus diubah ke genre dubstep ini susah banget. Tetap pas jadi wah nggak nyangka sih bakalan sekeren ini," ungkap Vicky.

Studio Icebox sendiri saat ini berada di Jalan Ranggamalela, Bandung. Setiap individu dapat memproduksi konsep musiknya disana tentunya dengan protokol kesehatan yang ada.

"Icebox memiliki misi untuk mendorong dan mendukung musisi lokal bertalenta untuk terus berkembang. Sambil menginspirasi musisi muda dari genre apa pun untuk berani tampil dan menunjukan karya mereka di level yang lebih besar lagi. Untuk info selanjutnya bisa kirimkan konsep bermusik kamu dengan mengunjungi website www.iceperience.id ya dan juga bisa cek di IG dan YouTube Icebox," ungkap Sigit Diopsaputra.

(wes/dar)