Ulasan Festival Musik

DWP Virtual: Menikmati Dunia dari Rumah, Termasuk Berdansa

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 20 Des 2020 21:16 WIB
DWP Virtual
Foto: Tangkapan layar DWP Virtual.
Jakarta -

Pada masa awal pandemi COVID-19, pada Maret 2020 lalu, kita mungkin merasa dunia yang kita tempati berubah. Mau tidak mau, kita harus menghentikan sejenak aktivitas harian kita, misalnya pergi ke luar rumah atau bertemu banyak orang.

Musik, terutama pertunjukan musik, menjadi salah satu industri yang terdampak. Bagaimana tidak, pertunjukan musik adalah tempat dimana orang-orang saling berkumpul, berhimpitan satu sama lain demi dapat melihat aksi panggung idola dari dekat.

Lambat laun, kita mulai beradaptasi, mulai dari bekerja dari rumah, menikmati masakan dari restoran favorit dari rumah dan lain-lain. Industri musik pun ikut beradaptasi. Berbagai pertunjukan musik berubah format menjadi virtual, tidak terkecuali festival musik tahun yang berbondong-bondong bermutasi ke format virtual, baik disiarkan melalui internet maupun televisi.

Djakarta Warehouse Project (DWP) menjadi salah satu acara musik yang ditunggu-tunggu oleh pencinta musik elektronik dan dance setiap tahunnya. Acara itu bahkan telah bertahun-tahun menjadi agenda wajib bagi mereka yang menyukai rave party.

Pada masa pandemi, DWP tidak ingin menyerah dengan keterbatasan yang ada, mereka memindahkan festivalnya ke format virtual. Menariknya, DWP Virtual atau yang dinamakan DWPV dapat diakses secara gratis hanya dengan cara registrasi di situs resminya.

Seolah berusaha mendatangkan pengalaman seakan menyaksikan pertunjukan langsung, DWP Virtual tetap memiliki beberapa pilihan panggung, mulai dari Neon Jungle, Cosmic Station dan Garuda V, nama panggung yang sama dengan gelaran aslinya.

DWP Virtual berlangsung selama dua hari, yakni pada 19 dan 20 Desember 2020. Seperti penyelenggaraan aslinya, DWP Virtual dimulai selepas petang hingga berganti hari. Tercatat di dua hari penyelenggaraan, penampil pemungkas mulai tampil pada 00.00 WIB.

DWP VirtualDWP Virtual: Menikmati Dunia dari Rumah, Termasuk Berdansa Foto: Tangkapan layar DWP Virtual.

Di hari pertama, DWP virtual dimeriahkan oleh sejumlah nama yang berasal dari dalam dan luar negeri, yakni Valentino Khan, Remengvrl, Julian Jordan, Justin Nylo, Ridwan G, Asty x Billy Taner, Regard, BJones, Yasmin, DJ Ten, Yaksa, Anton x Hogi, Trillions, Hizkia x MC Bam, Vini Vici, dan Martin Garrix.

Di hari kedua, acara tersebut menampilkan What So Not, Fun on a Weekend, Weird Genius, Patricia Schuldtz, Davarra, Preachja Crew, Bubi & Fungfung, 22 Bullets, Hayden James, Joyo, W.W x Mc Drwe, Dipha Barus feat. Hindia, Kallula, Monica Karina & Nadin Amizah, Yellow Claw, Brennan Heart dan Armin Van Buuren.

Pantuan detikcom, dalam penyelenggaraannya, DWP Virtual mencoba menampilkan video mapping yang tampak layaknya panggung asli. Ada gambaran dari penyelenggaraan DWP di JIEXPO, Kemayoran (tempat biasa berlangsungnya acara tersebut) ataupun visualisasi dari panggung yang meriah dengan cahaya lampu.

Untuk masuk ke salah satu panggung, penonton harus memasukan namanya dengan tujuan agar dapat berinteraksi di kolom live chat.

Tidak semua musisi tampil dengan video mapping, beberapa dari penampil menampilkan pemandangan dari tempat dimana mereka berada.

Namun,kita tidak dapat memungkiri, bagaimana pun juga konser virtual dibuat layaknya konser asli, tidak dapat mengalahkan interaksi dan energi yang terbangun di pertunjukan langsung. Barangkali sudah saatnya kita berhenti membuat konser virtual yang seolah-olah layaknya konser asli dan malah semakin menegaskan bahwa semuanya artifisial dan membuat kita semakin rindu pada kenangan-kenangan menonton konser secara langsung sebelum masa pandemi.

DWP VirtualDWP Virtual: Menikmati Dunia dari Rumah, Termasuk Berdansa Foto: Tangkapan layar DWP Virtual.

Barangkali, dengan mengakui apa adanya bahwa kita sedang berada di rumah dan menonton pertunjukan tersebut secara virtual, kita jadi lebih bisa menikmati segalanya dari rumah, termasuk berdansa.

Upaya dari DWP Virtual tentunya patut diapresiasi. DWP Virtual berhasil menyajikan sebuah suguhan hiburan yang menjadi penawar rindu para partygoers yang telah lama tidak berjoget diiringi musik menghentak di keramaian selama pandemi berlangsung.

Hal lain yang patut diapresiasi dari berlangsungnya DWP Virtual adalah betapa terlihat penyelenggara berupaya melakukan usaha semaksimal mungkin untuk menyiasati berbagai keterbatasan yang ada di masa pandemi. Berkat upaya itu, setidaknya akhir pekan ini, ada sebuah agenda yang dinanti-nanti bersama oleh pecinta musik elektronik dan dance.

Secara keseluruhan, DWP Virtual terasa menghibur dan mampu membangkitkan kembali kenanga-kenangan berjoget bersama diiringi musik yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Kenangan itu mungkin tidak sepenuhnya terulang di tahun ini, tapi, bukankah lebih baik berdansa di rumah secara aman ketimbang tidak sama sekali?

(srs/dar)