DWP Digelar Virtual, Dugem Via Laptop

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 16 Nov 2020 16:20 WIB
Martin Garrix di DWP 2019
Foto: Martin Garrix di DWP 2019 / Asep Syaefulah
Jakarta -

Tahun ini, ada banyak acara musik tahunan yang berubah menjadi format virtual karena pandemi COVID-19. Djakarta Warehouse Project (DWP) adalah salah satunya.

Djakarta Warehouse Project Virtual atau DWPV akan digelar selama dua hari, yakni pada 19 dan 20 Desember 2020.

Pengumuman itu diumumkan oleh penyelenggara melalui rilis yang diterima detikcom, Senin (16/11/2020). "Datang ke layarmu, dimanapun kamu berada! Djakarta Warehouse Project Virtual kembali pada 19 dan 20 Desember 2020," tulis mereka.

Penonton yang hendak menyaksikan DWPV dapat melakukan pra registrasi di situs Djakarta Warehouse Project.

Hingga kini belum ada pengumuman daftar pengisi acara dari DWPV. Akan tetapi penyelenggara menjanjikan akan segera mengumumkan siapa saja yang bakal memeriahkan gelaran itu.

[Gambas:Instagram]

Sebelum mengumumkan adanya Djakarta Warehouse Project versi virtual, video after movie dari penyelenggaraan tahun sebelumnya dirilis lebih dulu.

Video itu menampilkan sejumlah keseruan Djakarta Warehouse Project tahun sebelumnya. Pada 2019, ada sejumlah DJ, musisi, dan produser musik elektronik dan dance, di antaranya Calvin Harris, Disclosure, Martin Garrix, Skrillex, Zedd, Yellow Claw, dan lain-lain.

Seperti yang telah diketahui, Djakarta Warehouse Project merupakan gelaran rave party yang biasanya berlangsung selama tiga hari berturut-turut di akhir pekan.

Sejumlah pengunjung DWP berpesta dan menikmati musik yang diputar untuk berjoget. Bila dipindahkan ke format virtual, artinya, para penonton hanya bisa menikmati menikmati sajian musik tersebut via layar dan berpesta di tempat masing-masing.

Menanggapi hal itu, sejumlah pesan jenaka pun ditinggalkan di kolom komentar oleh para warganet.

"Haduh bund biasanya bulan segini bingung mau pakai apa," tulis pemilik akun @yakubjean.

Pemilik akun @fajarprmnna menuliskan, "Nggak bisa joget sampai dehidrasi lagi."

Komentar itu kemudian ditanggapi oleh pemilik akun @about.alif, "Joget sampai ketiduran bisa."

"Bagaimana ini jedag jedug di kamar brow," tulis @jojoceppp.

Keputusan mengadakan konser maupun festival secara virtual mau tidak mau memang harus dilakukan sejumlah promotor apabila ingin acara tahunnya tetap berlangsung. Hal itu harus dilakukan guna menghentikan penyebaran COVID-19.

(srs/aay)