Wawancara Eksklusif

Kelompok Penerbang Roket Sebut Albumnya Bakal Diisi Mood Warna-warni

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 20 Des 2020 21:26 WIB
Kelompok Penerbang Roket
Foto: Rendi Emon/ dok. Kelompok Penerbang Roket
Jakarta -

Roda Gila yang baru saja dikeluarkan oleh Kelompok Penerbang Roket akan menjadi single pembuka dari album yang rencananya mereka rilis awal tahun depan.

Menurut band beranggotakan Viki Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar) dan John Paul Patton (bass) album tersebut akan terdiri dari lagu-lagu yang ditulis mereka sejak dulu maupun lagu yang baru digarap.

Mereka juga mengungkapkan, secara garis besar, album mereka nanti akan berbeda dari yang sebelumnya. John Paul Patton alias Coki menyebut album mereka akan terdengar lebih segar.

"Yang pasti sih kalau menurut kami, album ini segar makanya dipilih buat dirilis. Lagu-lagunya secara sound juga segar banget, beda, karena gear dan cara rekaman juga beda," ujar dia dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

"Lagunya beda-beda sih, mood-nya warna-warni lah, orang-orang akan merasa kurang lebih sama dengan itu. Tapi kami ingin pendengar kami ngeh, 'Wah, ternyata KPR punya lagu kayak gini juga', jadi penyegaran lah," sambung Coki.

Meski beberapa hal dalam album harus digarap di masa pandemi, para personel Kelompok Penerbang Roket mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti.

"Rekaman kami di rumahnya Vicky, jadi kami nggak di tempat umum gitu," ujar Rey Marshall.

Coki menambahkan, "Paling cuman capek disiplin cuci tangan sama pakai masker aja sih pas proses video klipnya."

Sejak terbentuk pada 2011, Kelompok Penerbang Roket telah mengeluarkan dua album penuh, yaitu Teriakan Bocah (2015) dan Haai (2015), serta mini album Galaksi Palapa (2018).

Pada 2020, selain mengeluarkan Roda Gila, mereka juga merilis lagu berjudul Dikejar Setan di awal tahun.

Secara tema, Kelompok Penerbang Roket mengatakan akan mengeluarkan lagu-lagu yang bercerita tentang permasalahan yang terbilang klasik dan tidak lekang oleh waktu. Roda Gila disebut mereka sebagai contohnya.

Permasalahan naik-turun hidup yang berputar bagai roda, menurut mereka adalah persoalan klasik yang kerap luput dari pembahasan dalam lagu di masa sekarang.

"Di masa ini lebih banyak band atau musisi bahas soal cinta-cintaan, hal-hal yang kayak gini yang klasik dan sudah lama nggak terdengar lah. Tema ini dikembangin," ungkap Coki.

(srs/dar)