Wawancara Eksklusif

Kelompok Penerbang Roket Pendam Roda Gila 4 Tahun

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 20 Des 2020 16:45 WIB
Kelompok Penerbang Roket
Foto: Rendi Emon/ dok. Kelompok Penerbang Roket
Jakarta -

Kelompok Penerbang Roket (KPR) baru saja merilis single berjudul Roda Gila baru-baru ini. Seperti judulnya, lagu itu mengibaratkan kehidupan yang terus berputar bagaikan roda.

Siapa yang sangka ternyata lagu itu telah dibuat oleh band beranggotakan Viki Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar) dan John Paul Patton (bass) itu sejak 2016.

Sempat terpendam empat tahun, akhirnya di tahun ini mereka mengeluarkan Roda Gila sebagai single pembuka menuju album.

"Karena schedule dan timeline KPR dari beberapa tahun kemarin yang mungkin sudah terisi dan jelas gitu loh. Kayak ngapa-ngapainnya kami menunggu momen yang pas aja setelah itu. 2016 memang sudah tercipta tapi itu disimpen dulu lah sampai akhirnya kami menunggu momen yang pas," ujar John Paul Patton atau Coki dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

Coki bercerita, penggarapan lagu ini dimulai ketika dia menemukan nada untuk bagian reff dari lagu itu. Pada saat itu, mereka langsung terpikir untuk membahas naik-turunnya kehidupan.

Pada saat menciptakan lagu itu, Kelompok Penerbang Roket sedang dipengaruhi oleh musik-musik rock era 1970-an yang kebanyakan bernuansa glam. Selain itu, Coki juga menyebut dirinya tengah mendengarkan band cadas asal Surabaya, AKA. Saat itu, mereka mengaku tengah berapi-api dan ingin menciptakan lagu yang terdengar cepat.

"Pada saat itu moodnya mungkin lagi berapi-api kali ya, 2016 KPR lagi sering banget ada panggungan terus mungkin gue bisa jelasin moodnya lagi pengen yang ngebut-ngebut, yang heavy-heavy rocknya," cerita Coki.

Dia beranggapan, di masa-masa pandemi saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan lagu yang bertempo cepat. Sebab, ia ingin lagunya dapat menjadi suntikan semangat untuk para pendengarnya.

"Di masa pandemi ini memang cocok aja ngasih ke penggemar KPR untuk semangat lagi lah," ucap dia.

Bila musik dari lagu itu digarap oleh John Paul Patton, penulisan liriknya dikerjakan oleh Rey Marshall. Mereka sengaja membuat lirik yang terkesan terus terang dan dapat dengan mudah dicerna oleh pendengar mereka.

"Lirik yang lebih gamblang dan nggak banyak hal-hal yang ribet lah, memang gamblang, pendengar memang bisa membaca kalau liriknya memang tentang kehidupan yang nggak selalu sama lah jalan ceritanya, terus naik turun terus. Yang jelas itulah. Menjelaskan roda kehidupan yang gila ini," ungkap Coki.

Kendati telah membuat lagu itu sejak empat tahun lalu, Kelompok Penerbang Roket pun melakukan beberapa pembaruan ketika ingin mengeluarkan lagunya. Hal itu dimaksudkan agar Roda Gila tetap relevan didengarkan oleh pendengar mereka kini.

Hanya saja pembaruan yang mereka lakukan hanyalah dari segi teknis, bukan lirik maupun lagu.

"Pembaruannya mungkin di sound-nya, ada alat-alat baru, kami nge-take ulang lagi. Kalau lagunya sih udah mantep dari awal," jelas Rey Marshall.

Hal itu dibenarkan oleh Coki. "Nggak banyak sih. Nggak banyak berubah. Mungkin lebih ke detail-detail aransemen, tapi secara dasar musiknyam nuansanya sama. Di racikan teknis lah," tambah Coki.

Kelompok Penerbang Roket di Synchronize Fest 2016.Kelompok Penerbang Roket Foto: Ismail/detikHOT

Untuk Roda Gila, Kelompok Penerbang Roket melakukan proses mastering di Abbey Road. Mereka memiliki alasan tersendiri mengapa memilih memoles lagunya di Inggris.

"Paling karena kami ngerasa, KPR udh di titik pas nih ngelempar lagu ke sana. Secara kualitas rekaman pun sudah lah, secara sound juga gitu. Warnanya pun ternyata masuk dan ternyata memang cocok," tutur Coki.

(srs/dar)