Wawancara Eksklusif

Kelompok Penerbang Roket Tampilkan Jakarta Apa Adanya di Klip Roda Gila

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 20 Des 2020 20:41 WIB
Kelompok Penerbang Roket
Kelompok Penerbang Roket Foto: Dyah Paramita Saraswati / detikHOT
Jakarta -

Bersamaan dengan rilisnya Roda Gila sebagai single, Kelompok Penerbang Roket sekaligus mengeluarkan video klip dari lagu itu. Dalam video klipnya, ketiga personel Kelompok Penerbang Roket berlari dari kejaran anak buah yang diutus oleh tokoh penjahat yang diperankan oleh Rendha Rais.

Video klip yang digarap oleh sutradara Aditya Muhara itu juga turut menampilkan Bam Mastro, Kallula hingga Iga Massardi.

Menariknya, dalam video klip Roda Gila, band beranggotakan Viki Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar) dan John Paul Patton (bass) itu menampilkan wajah Jakarta yang tampak apa adanya. Dari mulai gang-gang kecil, Tanah Abang hingga pelabuhan Sunda Kelapa.

"Ya karena kami kan band Indonesia, mau ngelihat saja sih, jujur gue suka dengan yang memperlihatkan keapaadaannya Jakarta, yang seramai itu, sewarna-warni itu, sudah lama nggak ada yang memperlihatkan itu. Jadi gue merasa makin gemes lah dan suka aja yang raw-raw gitu yang kasih lihat," ungkap John Paul Patton atau Coki dalam wawancara virtual dengan detikcom.

Rey Marshall menambahkan, "Ya memang, kami ingin menunjukkan sisi-sisi lainnya saja dari kota Jakarta, mungkin karena kami merepresentasikan Jakarta."

Ada alasan tersendiri mengapa mereka mengajak sejumlah musisi ikut tampil dalam video mereka. kelompok Penerbang Roket menulis naskah dari video klip tersebut bersama Aditya Muhara.

Menurut mereka, saat proses penulisan, Kelompok Penerbang Roket telah terbayang musisi siapa saja yang ingin mereka ajak terlibat dalam video tersebut.

"Kalau dari gue, awalnya kami sudah mikir begini-begini, nanti siapa yang cocok ya," ujar Rey. "Kami punya beberapa list juga (musisi dalam video) dan akhirnya orang-orang yang kami pilih ini bisa, nyanggupin," tambah Coki.

Coki menjelaskan, kemunculan para musisi itu juga menambah unsur dari video klip tersebut. Sejak awal, mereka memang ingin menampilkan video klip tersebut sebagai sesuatu yang jenaka.

"Kami udah punya jalan cerita begini-begini dan kebetulan video klipnya memang kami bertiga kan yang nulis cerita sama Muhara juga. Jalan ceritanya memang kami bikin dan kerja sama bareng director. Jadi seiring berjalan, kami merancang ceritanya ini memang kebayang aja komedi-komedi yang oldskool gitu kan, terus cari lucu-lucuan saja," urai Coki.

Dia menyambung, "Pokoknya kebayang video klip yang rusuh gitu, yang kameranya gerak-gerak akhirnya berkembang deh."

[Gambas:Youtube]



(srs/dar)