Eddie Vedder Masih Merasa Kehilangan Chris Cornell

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 04 Nov 2020 09:37 WIB
LOS ANGELES, CA - JANUARY 20:  Singer Chris Cornell performs at Prophets of Rage and Friends Anti Inaugural Ball at the Taragram Ballroom on January 20, 2017 in Los Angeles, California.  (Photo by Kevin Winter/Getty Images)
Chris Cornell Foto: Kevin Winter/Getty Images
Jakarta -

Meninggalnya vokalis Soundgarden, Chris Cornell, masih meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekat. Kehilangan itu rupanya masih pula dirasakan oleh pentolan Pearl Jam, Eddie Vedder, yang dikenal sebagai rekan musisi sejawat yang dekat dengan mendiang.

Baru-baru ini, Eddie Vedder buka-bukaan dalam acara The Howard Stern Show mengenai bagaimana dirinya melalui hari-hari setelah meninggalnya teman baiknya.

Eddie Vedder mengaku pada awal kematian Chris Cornell, ia masih sempat mengelak bahwa hal itu benar-benar terjadi.

"Aku sempat mengingkari kenyataan. Rasanya seperti tidak memiliki pilihan. Aku merasa takut kemana aku akan pergi bila aku membiarkan dirinya merasakan apa yang harus aku rasakan atau secara naluriah ingin merasakan betapa gelapnya diriku," ungkap dia.

Dia menjelaskan hubungannya dengan Chris Cornell lebih dari sekadar teman bermusik. Bagi Eddie, Chris Cornell adalah salah satu teman baiknya.

Saat Chris Cornell memutuskan bunuh diri, penyesalan terbesar dari Eddie Vedder adalah karena keduanya tidak terlalu sering bertemu di tahun-tahun terakhir hidup mendiang.

"Karena aku tidak terlalu sering bertemu dengannya dalam 10 tahun terakhir. Mungkin hanyaempat atau lima kali, biasanya di panggung atau hal lainnya," sesalnya.

Meski demikian Eddie Vedder tidak ingin begitu saja terpuruk karena rasa kehilangan. Ia kini telah merasa lebih baik dari sebelumnya meski perasaan sedih masih kerap hinggap.

"Aku masih mencoba berdamai dengan itu (rasa kehilangan). Aku semakin kuat semakin hari," tutur dia.

Pria kelahiran 23 Desember 1964 itu menjelaskan mengenai kedekatannya dengan Chris Cornell dan kenangan yang pernah mereka lalui bersama.

Dalam kenangannya, ia mengenal Chris Cornell dari sisi dekat melalui sudut pandang yang lain. Ia mengenang temannya itu sebagai seorang manusia biasa dan sahabat, bukan hanya bintang rock kenamaan.

"Aku akan menghabiskan waktu bersamanya di luar band lebih dari yang lainnya dalam band dan aku tidak mengenal begitu banyak orang di Seattle. Kami biasanya akan pergi mendaki atau bersepeda ke gunung atau mengejar anjing di kala hujan sambil meminum bir," tutur dia.

Chris Cornell meninggal dunia pada 18 Mei 2017 di Detroit, Amerika Serikat. Selain bermusik bersama Soundgarden, semasa hidupnya ia juga dikenal sebagai personel Audioslave dan Temple of the Dog.



Simak Video "Gegap Gempita Allo Bank Festival 2022 Day 3"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/tia)