Duh! Film Biopik Chris Cornell Tidak Disetujui Ahli Waris

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 25 Agu 2020 20:07 WIB
LOS ANGELES, CA - JANUARY 20:  Singer Chris Cornell performs at Prophets of Rage and Friends Anti Inaugural Ball at the Taragram Ballroom on January 20, 2017 in Los Angeles, California.  (Photo by Kevin Winter/Getty Images)
Chris Cornell. Kevin Winter/Getty Images
Jakarta -

Film biopik mengenai hari-hari terakhir Chris Cornell yang berjudul Black Days disebut tidak mendapat persetujuan dari ahli waris sang musisi.

Dikutip dari Pitchfork, Selasa (25/8/2020), perwakilan dari ahli waris Chris Cornell mengatakan bahwa film itu tidak disetujui oleh mereka. Bahkan pihak ahli waris belum mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai rencana dibuatnya film tentang Chris Cornell.

"Tidak ada yang memberikan informasi lebih lanjut pada pengelola ahli waris," ungkapnya pada Pitchfork.

Padahal, Black Days disebut akan mulai difilmkan bulan depan dan akan diproduksi oleh rumah produksi yang berbasis di Los Angeles, AmeriFilms LLC dan Road Rage Films. Dibintangi Johnny Holidays, film tersebut akan mengangkat masa-masa terakhir sang musisi bersama bandnya, Audioslave.

Chris Cornell meninggal dunia di usia 52 tahun pada 18 Mei 2017 di Detroit, Michigan, Amerika Serikat karena bunuh diri. Ia ditemukan tewas di kamar hotel MGM Grand Detroit Hotel.

Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai personel dari grup musik Audioslave, Soundgarden, hingga Temple of Dog. Sejumlah lagu miliknya yang dikenal antara lain Like a Stone, Be Yourself, hingga Show Me How to Live, dan lain-lain.

Minggu lalu, patung yang dibangun sebagai penghormatan bagi mendiang Chris Cornell yang terletak di Museum of Pop Culture, Seattle, menjadi objek vandalisme.

Istri dari Chris Cornell mengatakan, "Anak-anakku dan aku sungguh patah hati mengetahui patung Chris di Museum of Pop Culture."

"Patung tersebut bukan hanya seni untuk menghormati Chris, warisan musiknya dan semua yang ada padanya. Itu juga merepresentasikan betapa dia dicintai, tidak hanya di Seattle, tapi di seluruh dunia," sambung dia.

Patung yang terbuat dari perunggu itu pertama kali didirikan di Seattle pada 7 Oktober 2017.



Simak Video "Hari Sumpah Pemuda, Bastian Steel Ingin Lagu Indonesia Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)