Main Stage

Dam Dam Pop Rangkum Musik Pop Alternatif Era 1970 hingga 1990-an

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 20 Sep 2020 15:03 WIB
Band kolaborasi Harlan Boer dan Bangkutaman saat berkunjung ke kantor detikcom.
Dam Dam Pop rangkum musik pop alternatif. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Bangkutaman dan Harlan Boer berkolaborasi dalam sebuah proyek musik yang mereka namai Dam Dam Pop. Keduanya merasa bisa dengan mudah menyatu karena memiliki referensi musik yang sama.

Saat ini, Dam Dam Pop telah mengeluarkan satu album berisikan tujuh lagu. Ketujuh lagu itu, menurut mereka, merangkum warna musik alternatif pop di era 1970-an hingga 1990-an.

"Pada dasarnya bahasa musik kami sudah mirip, misalnya kami suka musik indie pop, semuanya suka indie pop. Terus kami mau buat yang seperti apa, tinggal, 'Yuk, bikin yuk'," kata Harlan Boer ketika berkunjung ke kantor detikcom, baru-baru ini.

Bila diurutkan, menurut para personel Dam Dam Pop, nuansa lagu mereka merangkum musik di era punk hingga british pop.

"Jadi pas lagu kami sudah jadi semuanya, kami mau ngurutin, mungkin berdasarkan tahun, kami urutkan dari 1976 sampai era 1996," ujar Wahyu Nugroho atau Acum dari Bangkutaman, dalam kesempatan yang sama.

Bagi keduanya, dalam proses penggarapan maupun pengenalan karya mereka sebagai Dam Dam Pop, mereka tidak mengalami kesulitan.

Mereka melihat, baik pendengar Harlan Boer maupun pendengar Bangkutaman, dapat menerima Dam Dam Pop dengan baik, meskipun menjadi sebuah entitas musik yang baru.

"So far, pendengarnya Bangkutaman apresiatif sih," tutur Acum.

Dam Dam Pop terbentuk atas ide Harlan Boer yang ingin menyuguhkan sesuatu yang baru pada rangkaian acara Cassette Store Day 2019.

Saat itu, Harlan Boer mengajak Bangkutaman dan keduanya sepakat untuk membentuk Dam Dam Pop.

Ketika ditanyai apakah mereka akan melanjutkan kolaborasi itu, Harlan Boer menjawab dirinya dan Bangkutaman terbuka pada kemungkinan itu.

Hanya saja mereka memang belum merencanakan terlalu jauh perihal hal tersebut.

"Belum tahu, tapi pokoknya kalau kami sudah ketemu di studio, bisa jadi kami bikin lagi sesuatu yang baru, siapa yang nyetusin duluan aja," terang Harlan.

Ingin berkenalan lebih jauh dengan Dam Dam Pop? Wawancara detikcom dengan Dam Dam Pop dapat didengarkan di podcast Main Stage pekan ini.

(srs/mau)