.Feast Lalui Perjalanan Panjang Buat Membangun dan Menghancurkan

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 03 Sep 2020 15:09 WIB
The Panturas, .Feast, Soundstream
.Feast. Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Grup musik .Feast akan merilis alum Membangun dan Menghancurkan di tahun ini. Dalam proses penggarapannya, mereka mengaku melalui proses yang terbilang panjang.

Untuk penggarapan Membangun dan Menghancurkan, .Feast menunjuk empat produser di luar band mereka.

"Sebenarnya proses pengerjaannya adalah proses yang lumayan besar untuk .Feast karena melibatkan berbagai macam orang. Biasanya kami berlima dan satu produser, sekarang ada tambahan empat produser lain yang menangani produksinya," kata bassist .Feast, Fadli Fikriawan, baru-baru ini.

Membangun dan Menghancurkan disebut telah mulai dikerjakan sejak 2018. Akan tetapi, mereka tidak ingin langsung mengeluarkan album itu begitu saja.

.Feast mencoba mengeluarkan single mereka satu per satu sebelum benar-benar merilis albumnya secara penuh.

Hingga kini terbilang ada empat single dari album tersebut yang telah mereka keluarkan, di antaranya Dalam Hitungan (2019), Tarian Penghancur Raya (2019), Luar Jaringan (2020) dan Di Padang Lumpuh (2020).

Bagi mereka, salah satu bagian yang sulit dari pengerjaan album Membangun dan Menghancurkan adalah bagaimana membuat hal-hal yang ingin mereka sampaikan jadi dapat dengan mudah dimengerti oleh pendengar mereka.

"Ide yang baik adalah ide yang bisa disampaikan sesimpel mungkin, walau konsep berat tetap harus bisa dilakukan dengan ringan," kata vokalis Baskara Putra.

"Album ini adalah sebuah proyek berkepanjangan. Sulit untuk bilang selesai dalam pembuatannya," ujad dia lagi.

Pekan ini, .Feast merilis single berjudul Komodifikasi. Hanya saja lagu itu tidak akan masuk dalam Membangun dan Menghancurkan. Lagu itu bakal ada dalam mini album Uang Muka.

Komodifikasi berbicara mengenai banyaknya drama dan keributan yang terjadi di media sosial belakangan.

"Gue melihat sekarang sering banget orang beropini atau update yang benar-benar harmless saja orang masih nemu celah buat diributin. Semua orang, kelompok, bahkan negara, ada saja dramanya," ujar gitaris Adnan Satyanugraha dalam siaran pers yang diterima detikcom.



Simak Video "Kegiatan Nia Ramadhani Selama Jalani Rehabilitasi"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)