Selain Kopi, Starbucks Jualan CD Musik

Selain Kopi, Starbucks Jualan CD Musik

- detikHot
Rabu, 26 Okt 2005 15:51 WIB
Jakarta - Saat mengawali bisnisnya tahun 1971, Starbucks mengincar para penggemar kopi sebagai target konsumen. Namun sejak 1999, jaringan kedai kopi yang beroperasi di tak kurang dari 35 negara itu juga turut membidik para pecinta musik. Dibantu kehadiran Divisi Hear Music, Starbucks menambahkan misi baru sebagai "Tujuan Utama Para Pecinta Musik". Karena itu selain menjadi penyedia kopi, kini Starbucks juga turut menjual CD musik. Penjualan berjalan sangat baik. Sebagai contoh, dari 3,1 juta CD Ray Charles yang terjual, Starbucks berhasil membukukan penjualan 730 ribu kopi. Angka yang sangat lumayan untuk ukuran kedai kopi. Starbucks bahkan menyediakan fasilitas untuk membuat album kompilasi versi pelanggan. Jadi setiap pelanggan yang datang bisa memilih beberapa lagu dari 15000 koleksi CD dan menggabungkannya dengan bantuan sebuah program. Sayangnya, fasilitas ini baru tersedia di beberapa outlet di Amerika Serikat. Apakah fasilitas tersebut gratis? Tentu tidak! Pelanggan tetap harus membayar layaknya di toko musik.Agar berbeda dari toko musik lainnya, Starbucks menggandeng beberapa perusahaan musik ternama. Kesepakatan dibuat agar sebuah album bisa secara eksklusif lebih dulu dijual di kedai kopi Starbucks. Alanis Morisette adalah salah satu artis yang pernah digaet. Penyanyi yang terkenal dengan hits 'Ironic' ini mempersilahkan Starbucks untuk menjual album terbarunya enam minggu lebih awal dibanding toko kaset lain.Sayangnya, eksklusifitas Starbucks itu berbuntut buruk. Beberapa jaringan toko kaset di Kanada memboikot penjualan album Alanis. November mendatang, Starbucks akan menjual CD berisi lagu-lagu langka Rolling Stones yang diciptakan selama periode 1971-2003. Agar kejadian pemboikotan yang bisa membuat rugi sang artis tak berulang, Starbucks sepakat untuk menjual CD di waktu bersamaan dengan toko kaset lain. (ine/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads