Roy Marten: Jika Istri Minta Cerai, Itu Sudah Titik Nadir

Roy Marten: Jika Istri Minta Cerai, Itu Sudah Titik Nadir

Muhammad Aditya Dzaky Reinaldi - detikHot
Jumat, 16 Jan 2026 21:01 WIB
Roy Marten: Jika Istri Minta Cerai, Itu Sudah Titik Nadir
Roy Marten bicara soal pendangannya tentang psikologis suami dan istri saat meminta cerai. Foto: Febri/detikhot
Jakarta -

Aktor senior Roy Marten berbagi pandangannya menyoal dinamika pernikahan dan perceraian. Ayah Gading Marten ini menilai adanya perbedaan psikologis antara laki-laki dan perempuan saat menghadapi konflik rumah tangga.

Menurut Roy, ada perbedaan mental yang mencolok ketika kata cerai terucap dari mulut suami dibandingkan istri. Menurut pandangannya, perempuan memiliki ambang batas kesabaran yang berbeda.

Ketika seorang istri sudah berani menyuarakan keinginan untuk berpisah, hal itu bukan sekadar gertakan emosional semata. Itu sebuah keputusan final yang sudah dipikirkan matang-matang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seorang perempuan sudah meminta cerai, biasanya tidak bisa dicegah. Biasanya ya," ungkap Roy Marten kepada detikcom saat diwawancarai di Studio Brownis, Jalan Kapten P Tendean, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

Roy menjelaskan secara psikologis perempuan yang meminta cerai berarti hatinya sudah sampai pada titik terendah atau titik nadir. Pada tahap ini, segala upaya untuk mempertahankan hubungan seringkali menemui jalan buntu karena hati sang istri sudah tertutup.

"Kalau perempuan bilang 'Saya mau cerai...', itu sudah sampai pada titik nadir. Kita pertahankan kayak apa, ya dia akan minta cerai," tambahnya.

Sebaliknya, Roy menilai psikologis laki-laki cenderung berbeda. Ada gertakan dalam permintaan seorang suami untuk bercerai.

"Kalau pihak laki-laki bilang mau cerai, biasanya enggak serius. Mungkin gertak, atau mungkin sudah bosan," jelas aktor kawakan tersebut.

Roy Marten juga menyoroti aspek psikologis dalam menjalani bahtera rumah tangga yang ia ibaratkan seperti anggur. Menurutnya, mental pasangan harus siap menghadapi tiga fase rasa dalam pernikahan.

"Pernikahan itu lambangnya anggur. Sifat anggur itu menyenangkan, kedua memusingkan, ketiga pemabuk," ujarnya.




(pus/pus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads