Sinead O'Connor
|
|
Hal tersebut terjadi diperhelatan Grammy Awards 1991. Saat itu, Sinead sukses masuk dalam empat nominasi dan sukses menang untuk kategori 'Best Alternative Music Performance'.
Namun, bukannya datang ke acara puncak Sinead malah memboikot dari perhelatan itu. Ia menyebut Grammy 1991 terlalu komersil hingga akhirnya menolak untuk membawa pulang piala.
Tool
|
|
Saat itu, Maynard Keenan Cs sukses membawa pulang piala untuk kategori 'Best Metal Performance'. Saat malam puncak tiba mereka sengaja tak datang dan justru berkicau soal bobroknya Grammy Awards tahun ini.
"Saya pikir Grammy tak lebih dari alat promosi industri musik komersil. Mereka sama sekali tak mendapat kehormatan untuk mendapat Grammy," ungkap sang vokalis, Maynard Keenan saat itu.
Pearl Jam
|
|
Bahkan, saat grup band asal Seattle itu mendapatkan piala 'Best Hard Rock Performance' di ajang tersebut kritik pun masih dilontarkanya. Sang vokalis, Eddie Vedder bukan mengucap syukur atau terharu malah justru melontarkan ucapan yang cukup membuat kuping penyelenggara Grammy panas.
"Saya tidak tahu arti dari piala ini. Bagi saya, piala ini tidak berarti apa-apa," ucap Eddie saat itu.
The Frames
|
|
Sama seperti Sinead O'Connor, The Frames menyebut Grammy terlalu komersil. Mereka menyebut bahwa pagelaran Grammy tak mewakili pemusik dari segala penjuru dunia dan berbagai genre.
Bon Iver
|
|
Uniknya, saat malam puncak grup band folk asal Wisconsin, Amerika Serikat itu justru sukses membawa pulang dua piala. Saat menerima dua piala tersebut, sang vokalis, Justin Vernon pun sempat mengutarakan beratnya menerima piala tersebut.
"Penghargaan ini sebenarnya sangat sulit kita terima karena banyak talenta hebat yang tak bisa masuk ke ajang ini. Jujur saya kurang nyaman menerima penghargaan ini," ungkapnya.
Halaman 2 dari 6











































