"Harapan saya Jak Jazz ini bisa menjadi warisan budaya. Ini festival jazz tertua di Indonesia, kami sudah memulai sejak tahun 1988," tuturnya saat jumpa pers Jak Jazz 2014 di Kemang Village, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014).
Bagi Idang, jazz sudah lebih dari sekedar musik untuk Indonesia. Bersama para pendahulunya, Idang mengenang masa-masa dia membesarkan musik jazz puluhan tahun yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musisi 56 tahun itu juga bicara soal festival jazz tahunan lainnya, JGTC (Jazz Goes To Campus). Menurutnya, JGTC pun layak untuk dijadikan sebuah warisan budaya mengingat festival yang digelar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu merupakan satu-satunya festival jazz internasional yang dikelola oleh mahasiswa.
"JGTC itu nggak pernah disentuh. Padahal tanpa disadari, JGTC adalah festival jazz yang diciptakan oleh para amatir. Harusnya itu bisa menjadi warisan budaya juga," tutupnya.
(hap/ich)











































