Kali ini GBS hadir dengan nuansa musik yang lebih segar. Seperti apa? "Kita kayak dibawa kembali ke era classic rock," ujar Gugun saat jumpa pers di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).
"Cuma di sini kita nggak mau kayak band-band retro. Kita cuma combine aja," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, 'Soul Shaker' juga dibuat lebih sederhana oleh band beranggotakan tiga orang ini. Mereka mengakui bahwa album-album terdahulu jauh lebih rumit.
"Album ini lebih simpel. Kita mau bikin lagu yang bagian-bagiannya itu bisa diingat lebih banyak. Gitar gue juga lebih banyak main rhythm dibanding 'single note'," tutur Gugun.
Berisi 10 lagu yang seluruhnya menggunakan bahasa inggris, 'Soul Shaker' merupakan prestasi lain bagi band yang berdiri pada 2003 itu. Pasalnya, album ini adalah album ketiga GBS yang berhasil dirilis di Amerika.
(hap/mmu)











































